Arsip Blog

Relawan TABONK Bergabung di Tanah Kayong untuk Suarakan Konservasi

Keseruan saat peserta RelawanTabonK (Tajam -RebonK) mengikuti kegiatan untuk suarakan konservasi di Tanah Kayong. Foto dok. Yayasan Palung

Keseruan saat peserta RelawanTabonK (Tajam -RebonK) mengikuti kegiatan untuk suarakan konservasi di Tanah Kayong. Foto dok. Yayasan Palung

Walaupun rangkaian acara kegiatan tersebut berlangsung pada bulan Desember tahun lau, namun sayang untuk dilewati karena berbagi keseruan dan kebersamaannya yang tak lain memiliki misi khusus suarakan konservasi di Tanah Kayong.

Tampak terlihat antusias dari para peserta yang mengikuti kegiatan yang dikhususkan bagi Relawan Tajam dan RebonK (TABONK) tersebut. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (15-18 Desember 2017) tahun lalu diadakan di Kantor Yayasan Palung, Desa Pampang Harapan, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

Saat  peserta berdiskusi dan belajar bersama. Foto dok. Yayasan Palung

Saat peserta berdiskusi dan belajar bersama. Foto dok. Yayasan Palung

Rangkaian kegiatan yang mereka ikuti antara lain seperti manajemen organisasi, dasar-dasar kerelawanan, berbagi ilmu dan diskusi tentang organisasi Tajam dan Rebonk serta rangkaian kegiatan lainnya.

 

Sesuai dengan sloganTabonK; “Yom Kite Begabong”, selama tiga hari kegitan tersebut, ragam keceriaan dan ide mereka satukan yang terbingkai dalam diskusi untuk belajar bersama terkait apa yang terjadi saat ini dan mungkin yang akan terjadi di masa depan terkait lingkungan.

Tak sedikit ide dan paparan terkait diskusi yang dilakukan, adapun tema yang diangkat dalam diskusi tersebut adalah “Dampak Kerusakan Hutan”.

Adapun Diskusi dalam kegiatan tersebut dipandu oleh Haris Munandar selaku pembina para relawan.

Dalam diskusi yang dilaksanakan tersebut, berbagai aspek dari apa yang terjadi jika lingkungan rusak dan dampak-dampak yang disebabkan oleh kerusan lingkungan seperti; Dampak sosial, ekonomi, lingkungan, politik dan dampak secara menyeluruh, tidak terkecuali pemanasan global telah terjadi di seluruh dunia.

Tidak hanya itu, dalam diskusi tersebut juga ada beberapa tawaran dari hasil diskusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi dampak kerusakan hutan antara lain; melakukan reboisasi (penanaman kembali), Tidak menebang pohon dan Penegakan hukum dari negara untuk mengatasi persoalan lingkungan.

Relawan dibekali ilmu baru seperti Public Speaking sebagai bekali untuk berani tampil dan percaya diri. Foto dok. Yayasan Palung

Relawan dibekali ilmu baru seperti Public Speaking sebagai bekali untuk berani tampil dan percaya diri. Foto dok. Yayasan Palung

Beberapa rangkaian kegiatan lainnya seperti muatan saling belajar seperti dilakukan diantaranya seperti publik speaking, belajar menulis (dasar-dasar jurnalistik), materi terkait bijaksana dalam menggunakan media sosial dalam penyebaran informasi kepada publik dan membangun kebersamaan, toleransi dan keberagaman.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebagai pemateri adalah dari tim pendidikan lingkungan Yayasan Palung.

Kegiatan yang diikuti 50 orang yang tergabung dalam RelawanTabonK tersebut terlihat tidak hanya soal keseruan, keakrababan dan kebersamaan, namun juga soal ilmu baru yang mereka dapatkan serta tawaran apa yang mereka bisa lakukan untuk konservasi lingkungan melalui hal-hal sederhana yang mereka lakukan di Tanah Kayong (sebutan untuk dua Kabupaten; Ketapang dan Kayong Utara).

Berharap, semoga TabonK bisa mengajak semua bergabung untuk suarakan konservasi. (Petrus Kanisius – Yayasan Palung).

 

 

 

Iklan