Category Archives: BOCS

Mengapa Kita Penting untuk Merayakan Pekan Peduli Orangutan?

Stiker PPO 2017. Foto dok. Yayasan Palung

Stiker PPO 2017. Foto dok. Tim Laman dan Yayasan Palung

Setiap tahun Pekan Peduli Orangutan (PPO) selalu diperingati setiap November. “Act Now Preserve to Future adalah tema yang diusung pada tahun ini, atau kurang lebih jika diterjemahkan “Bertindak Sekarang untuk Mempertahankan Masa Depan”.

Mengapa Pekan Peduli Orangutan Itu Perlu Dirayakan?

Terri Lee Breeden selaku Direktur Program Yayasan Palung mengatakan, Orangutan sangat terancam punah, artinya tidak banyak yang tersisa. Jika kita tidak bekerja sekarang untuk menyelamatkan orangutan dan habitatnya maka mereka akan punah dalam masa hidup kita. Tidak adil rasanya jika generasi mendatang tidak peduli dan mengusir hewan ini.

Lebih lanjut, Terri, demikian sapaannya sehari-hari mengatakan, Yayasan Palung mengajak orang-orang dari seluruh dunia, terutama di Ketapang dan Kayong Utara untuk mengikuti Pekan Peduli Orangutan. Tujuan kami adalah untuk melakukan penyadartahuan kepada semua lapisan masyarakat tentang mengapa orangutan sangat istimewa dan aktivitas sederhana yang dapat mereka lakukan untuk membantu menyelamatkan orangutan.

Tahun ini, Yayasan Palung sebagai lembaga konservasi orangutan bersama dengan para relawan dalam rangka memperingati PPO 2017 akan melakukan serangkaian kegiatan seperti lomba mewarnai gambar orangutan untuk anak-anak usia dini tingkat Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar di Desa Pampang Harapan, Sabtu (18/11/2017), pekan ini. Gambar-gambar orangutan hasil dari lomba mewarnai tersebut selanjutnya di posting di dalam media sosial dengan hastag (#) #OrangutanCaringWeek #OrangutanCaringWeek2017 #YayasanPalung #PPO #PPO2017

Tidak hanya itu, Relawan RebonK (Relawan Bentangor untuk Konservasi) juga akan menyuguhkan drama yang bercerita tentang kisah hidup orangutan di hutan.

Selanjutnya, pada malam harinya rencananya akan dilakukan pemutaran film lingkungan yang lokasinya di halaman Kantor Yayasan Palung tepatnya di samping kantor Desa Pampang Harapan. Rencananya film-film yang akan diputar adalah film konservasi dan satwa dilindungi tidak terkecuali film orangutan sekaligus juga melakukan sosialisasi tentang satwa dilindungi, ujar Hendri Gunawan, selaku panitia kegiatan dan pembina para relawan.

Di tempat yang berbeda, teman-teman Penerima Beasiswa Orangutan Kalimantan (BOCS) yang juga akan mengadakan serangkaian kegitan dalam rangka PPO 2017. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah Pendidikan Lingkungan di Panti Asuhan “NURUL IMAN” Sungai Rengas, Pontianak, pada Minggu (19/11/2017). Di Panti Asuhan, teman-teman BOCS akan melakukan rangkaian kegiatan seperti Penyampaian materi tentang; Manusia, Hutan dan Orangutan. Dilanjutkan dengan Pemutaran film pendek dan diskusi, ujar Ranti Selaku pembina teman-teman BOCS.

Berharap, semoga kegiatan PPO 2017 dapat berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat respon baik dari masyarakat sebagai sumber informasi dan penyadartahuan untuk peduli terhadap orangutan sebagai satwa endemik dan habitatnya.

Tulisan ini juga dimuat di Kompasiana

UC Media

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Iklan

Video Profil Staf (GPOCP)Yayasan Palung

Asyiknya Field Trip di Sungai Beringin Taman Nasional Gunung Palung

Foto bersama peserta fieldtrip di Sungai Beringin. Yayasan Palung.jpg

Foto bersama peserta fieldtrip di Sungai Beringin.  Foto : Hen/Yayasan Palung

Selama tiga hari (25-27/8/2017), sejak pagi team Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung  melakukan fieldtrip (kunjungan lapangan) di Sungai Beringin, namun sebelum sampai di Sungai Beringin team fieldtrip terlebih dahulu harus menuju Kilometer 12 Jalan Siduk-Nanga Tayap menggunakan sepeda motor, dengan jarak tempuh  dua jam perjalanan.

Berikut Video saat Fieldtrip : Video Fieldtrip Yayasan Palung bersama SMPN 3 MHU

Setibanya di tempat pembibitan Yayasan ASRI, Yayasan Palung terlebih dahulu berhenti sejenak untuk menunggu  peserta fieldtrip yang terdiri dari murid kelas 9 yang berjumlah 28 orang dan 2 orang guru pendamping dari SMPN 3 Matan Hilir Utara (MHU), Ketapang.

Setelah rombongan peserta tiba, selanjutnya semua peserta harus melewati jalan setapak dan penuh lumpur, beberapa diantara mereka meggunakan sepeda motor dan beberapa diantaranya memilih untuk berjalan kaki saja untuk menuju lokasi fieldtrip.

Peserta dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok orangtan, kelasi, bekantan dan siberuk. Selanjutnya team dan peserta melanjutkan perjalanan menuju Sungai Beringin di Kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Palung dengan jarak tempuh dua jam berjalan kaki.

Setelah tiba di lokasi, team dan peserta mendirikan tenda dan istirahat, mandi, serta menyiapkan makan malam. Setelah makan malam, peserta melakukan evaluasi perjalanan serta pemberian materi tentang Taman Nasional Gunung Palung oleh mariamah Achmad serta materi tentang analisis satwa pagi yang akan dilaksanakan praktek esok harinya, kemudian mereka istirahat dan tidur.

Hari kedua, Sabtu (26/8) pukul 04.30 WIB, kegiatan yang dilakukan antaran lain seperti pengamatan satwa pagi hingga pukul 06.30 WIB. Kegiatan selanjutnya adalah senam pagi dan mempersiapkan sarapan.

Adapun kegiatan lainnya adalah presentasi tentang hasil pengamatan satwa yang telah diamati. Setelah presentasi selesai dilaksanakan dilanjutkan dengan makan siang.

Peserta fieldtrip juga diberikan muatan materi dan praktek tentang morfologi daun. Sebagai pemateri  adalah  Victor Samudra dan Nursholihin. Selanjutnya juga peserta diajak untuk bermain  (game spider) yang dipandu oleh Hendri Gunawan. Setelah selesai bermain bersama, semua peserta dan team bersih-bersih dan menyiapkan makan malam.

Usai makan malam dilanjutkan dengan malam keakraban yang diisi dengan pentas seni dipandu oleh supriadi, dan kemudian istirahat.

Saat kami melaksanakan fieldtrip banyak hal yang kami jumpai antara lain air sungai yang masih jernih dan kesegarannya dapat kami rasakan. Perjumpaan dengan sarang orangutan dan melihat sepasang burung enggang sedang mengitari lokasi tempat kami berkegiatan. Sayangnya kami tidak  bisa mengabadikan foto enggang karena kami sedang berkegiatan.

Hari ketiga, Minggu (27/8)  pukul 06.00 Wib, peserta dan team melakukan senam pagi, setelah itu peserta mempresentasikan hasil praktek lapangan tentang morfologi daun, kemudian mempersiapkan makan bersama dan makan bersama, setelah itu bersih-bersih di area bivak dan packing barang-barang untuk pulang, setelah semua selesai peserta dan team melakukan game bersama yaitu game samson, kemudian kami berkesempatan untuk berfoto bersama selanjutnya mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan fieldtrip. Seluruh rangkaian kegiatan fieldtrip berjalan sesuai rencana.

Hen & Pit-Yayasan Palung

YP Mengajak Anak Sekolah  Belajar Bersama tentang Gambut  Lewat Puppet dan Lecture

Saat Mariamah Achmad menyampaikan materi tentang Gambut. Foto dok. Yayasan Palung.jpg

Saat Mariamah Achmad menyampaikan materi tentang Gambut. Foto dok. Yayasan Palung

Senin dan Selasa (21-22/8/2017) pekan lalu, kami berkesempatan menyambangi sekolah-sekolah untuk belajar bersama dengan anak sekolah di wilayah Muara Pawan dan Matan Hilir Utara (MHU) tentang gambut.

Tidak bisa disangkal, gambut merupakan salah satu habitat orangutan. Terlebih di wilayah-wilayah yang merupakan kantong habitat orangutan. Pada kesempatan tersebut, kami memberikan penyadartahuan tekait satwa dilindungi dan habitatnya di sekolah-sekolah yang ada di Wilayah Muara Pawan dan Matan Hilir Utara (MHU).

Dalam kesempatan puppet show tersebut, kami menceritakan satwa-satwa dilindungi dan beberapa diantaranya mendiami wilayah gambut.

Di hari pertama, Senin (21/8), kami berkesempatan mengajak anak-anak belajar bersama tentang Gambut. Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Palung berkesempatan menyambangi SDN 10 Muara Pawan untuk belajar bersama tentang gambut lewat cerita puppet show (media boneka) dan SMPN 2 Muara Pawan, kami menyampaikan lecture (ceramah lingkungan). Kesempatan kedua, Selasa (22/8), kami berkesempatan mngunjungi SDN 1 dan SMPN 2 Matan Hilir Utara (MHU).

Mariamah Achmad, Sebagai pemateri sekaligus Manager Pendidikan Lingkungan dan media kampanye dari Yayasan Palung menjelaskan saat lecture mengatakaan; Gambut merupakan tanah yang lebih banyak mengandung unsur organik, tanah gambut banyak ditemukan didaerah yang tergenang air serta tanah gambut merupakan jenis tanah yang pembentukannya dihambat oleh kadar asam di airnya terlalu tinggi sehingga memperlambat pembusukan unsur-unsur organik yang ada di dalamnya.

Saat memainkan puppet show dan bercerita satwa dilindungi dan habitatnya. Foto dok. Yayasan Palung.jpg

Saat memainkan puppet show dan bercerita satwa dilindungi dan habitatnya. Foto dok. Yayasan Palung

Lebih lanjut, Mayi sapaan akrabnya menjelaskan, fungsi dari tanah gambut ialah sebagai bahan sumber energi dan juga keseimbangan ekosistem, sedangkan hutan gambut berfungsi sebagai penyuplai air dan mencegah banjir, serta menjadi tempat hidup yang nyaman bagi satwa-satwa yang ada didalamya termasuk orangutan dan juga satwa dan tumbuhan  endemik kalimantan. Beberapa satwa endemik yang mendiami hutan gambut dan rawa gambut seperti bekantan yang hidup ditepian sungai. Ada pula rusa dan beruang. Sedangkan beberapa tumbuhan yang hidup dihutan rawa gambut seperti ramin, meranti, nyatoh, ubah, punak, medang, kantong semar, rotan dan sagu.

Mayi juga mengatan, peran dari semua pihak menjadi sangat penting untuk menjaga dan melindungi lahan gambut, termasuk generasi muda sejak dini.

Saat tanya jawab dengan siswa-siswi yang mengikuti lecture. Foto dok. Yayasan Palung.jpg

Saat tanya jawab dengan siswa-siswi yang mengikuti lecture. Foto dok. Yayasan Palung

Penyampaian puppet show dan lecture kepada anak sekolah di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah sebagai salah satu cara Yayasan Palung untuk mengkampanyekan dan penyadartahun kepada siswa-siswi usia dini terkait perlunya menjaga lahan gambut yang ada karena peran dan fungsi dari gambut yang sangat penting bagi semua makhluk hidup terlebih gambut dalam.

Di tempat terpisah, Syahik Nurbani, Koordinator Survei dari Yayasan Palung mengatakan, Fungsi hutan gambut secara ekologis penyimpan karbon, penghasil oksigen, menjaga keanekaragaman hayati yaitu sebagai tempat pemijahan ikan dan satwa liar lainnya. lebih lanjut menurutnya gambut memiliki fungsi lainnya sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan antara lain memelihara kesuburan tanah, mengatur tata air, mencegah banjir.

Tak kurang  43 murid yang mengikuti kegiatan puppet show di SDN 10 Muara Pawan, 38 murid di SMPN 2 Muara Pawan yang ikut ambil bagian dalam lecture. Sedangkan yang hadir dalam puppet show di SDN 01 diikuti oleh 60 murid dan lecture di SMPN 2 Matan Hilir Utara (MHU) diikuti oleh 81 murid.

Dalam kegiatan puppet show dan lecture di dua kecamatan tersebut dilakukan oleh tim Pendidikan Lingkungan dan media kampanye Yayasan Palung, ikut serta pula penerima beasiswa BOCS.

Kegiatan yang dilasanakan tersebut berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari pihak sekolah serta siswa-siswi yang hadir.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Yayasan Palung Gelar Peringatan Hari Orangutan Sedunia 2017 dengan Ragam Kegiatan

Foto bersama dalam rangkaian Hari Orangutan Sedunia 2017. Foto dok. Yayasan Palung.JPG

Foto bersama dalam rangkaian Hari Orangutan Sedunia 2017. Foto dok. Yayasan Palung

Yayasan Palung (YP) menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati World Orangutan Day (WOD) atau Hari Orangutan Sedunia 2017. Di antaranya bakti sosial, tanam pohon, diskusi dan panggung boneka di Pantai Kinjil Ketapang, Minggu (20/8/2017).

Minggu (20/8) pagi di Kabupaten Kayong Utara (KKU) juga ada dilaksanakn kegiatan. Relawan RebonK Yayasan Palung bersama Sispala Land SMKN 1 KKU,  Perwakilan dari Konsorsium Palung.

Kemudian Kelompok Sadar Wisata Desa Sungai Belit (Kopdarwis), Perwakilan BTNGP dan siswa SMAN 2 KKU memperingati WOD di Bukit Begentar yang lokasinya berada di Kawasan Penyangga Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).

Tulisan Selengkapnya Baca di :

http://pontianak.tribunnews.com/2017/08/22/yayasan-palung-gelar-peringatan-hari-orangutan-sedunia-ini-harapannya

http://www.pontianakpost.co.id/peringatan-hari-orangutan-sedunia-di-ketapang

Pit-Yayasan Palung

Orangutan di TNGP Menarik Minat BBC Untuk Film Dokumenter

20232002_10213756487534829_903233718350449524_o.jpg

Tim Laman beserta keluarga  dan BBC temu kangen dengan Keluarga Besar Yayasan Palung

Setelah Mendapat ijin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Pusat Pengembangan Perfilman Indonesia, Tim Laman beserta rombongan bersiap untuk mengambil gambar (membuat/memproduksi) film tentang orangutan di Gunung Palung.

Rencana tersebut diketahui saat  Tim Laman  dan Cheryl Knott ( pasangan suami istri) mengadakan temu kangen bersama keluarga  besar Yayasan Palung.  Ternyata Tim Laman membawa serta keluarga dan rombongan British Broadcasting Corporation (BBC), Kamis (20/7) kemarin malam.

Kebersamaan, keseruan dan kehangatan sangat kami rasakan,  ini terlihat dari raut wajah semua yang hadir saat  temu kangen malam itu.

Baca Selengkapnya di : http://pontianak.tribunnews.com/2017/07/23/orangutan-di-tngp-tarik-minat-bbc-untuk-pembuatan-film-dokumenter

 

6  Keluarga Baru Penerima Beasiswa Orangutan Kalimantan

Penerima Beasiswa BOCS berfoto bersama pengurus YP dan OURF di Ketapang, 23 mei 2017

Penerima Beasiswa BOCS berfoto bersama pengurus YP dan OURF di Ketapang, 23 mei 2017.

Malam (23/5/2017) Kemarin, selepas senja menyapa keenam orang remaja yang terdiri dari 5 perempuan dan 1 pria terlihat senyum semringah. Senyum semringah itu terpancar dari mereka bukan tanpa alasan, karena mereka baru saja resmi menjadi keluarga baru penerima beasiswa orangutan Kalimantan (Beasiswa BOCS tahun 2017).

Setelah empat bulan berlalu, keenam remaja yang berasal dari Dua Kabupaten: Kayong Utara dan Ketapang itu terdiri dari Ratiah berasal dari SMA Negeri 3 Simpang Hilir, Hanna Adelia Runtu dari SMA Negeri 3 Ketapang (mengambil jurusan Fakultas Kehutanan), Ilham Pratama dari SMA Negeri 2 Ketapang (Fakultas Kehutanan), Mita Anggraini dari MAN Ketapang (mengambil FISIP Hubungan Internasional), Siti Nurbaiti dari SMA Negeri 1 Sungai Laur (mengambil jurusan FMIPA Biologi) dan Rafikah dari SMA Negeri 3 Simpang Hilir (mengambil jurusan FKIP Sosiologi). Keenam penerima beasiswa BOCS akan kuliah di Universitas Tanjungpura Pontianak.

Dalam acara penganugerahan beasiswa BOCS 2017, diawali dengan makan malam bersama dengan para tamu undangan dan 6 penerima beasiswa selanjutnya penjelasan terkait beasiswa BOCS. BOCS adalah Program beasiswa yang dirancang untuk membiayai pendidikan mahasiswa yang berprestasi dengan tujuan menambah  Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang konservasi orangutan dengan keahlian dari berbagai disiplin ilmu, demikian dikatakan Mariamah Achmad selaku manager Program Pendidikan Lingkungan dan media kampanye dari Yayasan Palung sekaligus juga yang menangani program BOCS ketika menjelaskan kepada tamu undangan saat penganugerahan beasiswa BOCS tahun 2017.

Hendri Gunawan, SH selaku penerima beasiswa BOCS yang telah selesai menyelesaikan studi berkat adanya beasiswa BOCS berkesempatan untuk memberikan pandangan sekaligus juga memberikan semangat dan motivasi bagi penerima beasiswa BOCS tahun 2017. Hendri, demikian sapaannya sehari-hari mengatakan, bila kuliah harus ada prioritas, semangat, kerja keras dan tekad yang kuat. Karena kuliah bukan hal yang mudah, namun jika ada prioritas, semangat dan kerja keras semua rintangan ketika kuliah bisa dilalui dengan mudah.

Garry Luis Shapiro, dari Orangutan Republik sekaligus sebagai motor adanya program BOCS  di Sumatera dan Kalimantan mengatakan dalam kata sambutannya saat malam penganugerahan beasiswa BOCS  (23/5) mengatakan; adanya beasiswa BOCS sebagai salah satu bentuk perhatiannya kepada generasi muda lebih khusus di Ketapang untuk terus semangat melanjutkan studi di perguruan tinggi. Lebih lanjut Garry menambahkan, tidak hanya asal kuliah tetapi penerima beasiswa BOCS harus memiliki tanggungjawab yang konsisten sebagai generasi penerus tidak terkecuali konservasi orangutan dan hutan dimanapun setelah mereka bermasyarakat nantinya ataupun juga kegiatan lainnya yang ada disekitar.

Garry juga menceritakan saat ini dia merasa sangat dan bergembira sekali. Gembiranya hingga saat ini telah ada 25 orang dari jumlah seluruh penerima beasiswa BOCS sejak pertama hingga tahun 2017 dan telah menamatkan 3 orang penerima beasiswa. Mereka yang lulus antara lain adalah; Rinta Islami, S.Hut, Risa Aprillia, S.Pd dan Hendri Gunawan, SH.

Pak Garry juga berharap di tahun-tahun yang akan datang penerima beasiswa dapat bertambah dan semakin banyak donatur yang bisa membantu, jelasnya lagi.

Menurut Terri Breeden, Direktur Yayasan Palung mengatakan; Program BOCS merupakan  salah satu program favorit saya, dengan adanya program BOCS ini memungkinkan dan menumbuhkan semangat konservasi yang terlatih di Kalimantan Barat.  Lebih lanjut menurutnya, 6 beasiswa yang diberikan dapat juga semoga dapat menciptakan mereka sebagai cendikiawan baru, saya sangat antusias untuk melihat masa depan  mereka lebih khusus konservasi.

Beasiswa BOCS terlaksana berkat adanya kerjasama antara Yayasan Palung, Orangutan Republik dan Orangutan Outreach.

Dalam acara malam penganugerahan beasiswa BOCS 2017 tersebut dihadiri oleh tamu undangan antara lain dari YIARI, Yayasan ASRI, BKSDA W 1 Ketapang, BTNGP, orangtua dari 6 penerima beasiswa dan Yayasan Palung. Kegiatan berjalan sesuai rencana dan diakhiri dengan berfoto bersama.

Petrus Kanisius- Yayasan Palung

Berita terkait BOCS dimuat di Tribun Pontianak, berikut linknya :

http://pontianak.tribunnews.com/2017/05/28/enam-pelajar-ketapang-dan-kayong-utara-terima-beasiswa-bocs

http://pontianak.tribunnews.com/2017/05/28/enam-pelajar-penerima-beasiswa-bocs-2017-diharapkan-jadi-cendikiawan-bersemangat-konservasi

 

Inilah Nama-nama Penerima Beasiswa Orangutan Kalimantan Tahun 2017

IMG_3040.JPG

Salah satu peserta seleksi beasiswa BOCS  saat menyampaikan presentasi esai dihadapan para juri seleksi. Foto dok. Yayasan Palung

Setelah melalui rangkaian seleksi beasiswa Bornean Orangutan Caring Scholarship (BOCS) tahap pertama tanggal 18 maret 2017, terseleksi 33 orang dari 18 sekolah.

Sedangkang seleksi tahap II atau tahap akhir terpilih 6 orang yang berhak menerima beasiswa dan berhak mendapat biaya kuliah gratis di Perguruan Tinggi Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak.

Adapun nama-nama 6 orang penerima beasiswa BOCS  tahun 2017 adalah sebagai berikut :

Nama Calon Asal Sekolah
Ratiah SMA Negeri 3 Simpang Hilir
Hanna Adelia Runtu SMA Negeri 3 Ketapang
Ilham Pratama SMA Negeri 2 Ketapang
Mita Anggraini MAN Ketapang
Siti Nurbaiti SMA Negeri 1 Sungai Laur
Rafikah SMA Negeri 3 Simpang Hilir

Ucapan selamat kepada 6 penerima beasiswa BOCS angkatan ke -6, tahun 2017. Pengumuman ini berdasarkan berita acara Pada hari Kamis tanggal Tiga Puluh bulan Maret tahun Dua Ribu Tujuh Belas bertempat di Kantor Yayasan Palung telah dilakukan seleksi tahap akhir Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan (Bornean Orangutan Caring Scholarship) 2017 yaitu berupa penilaian terhadap presentasi dan wawancara.

Demikian pengumuman sekaligus pemberitahuan resmi disampaikan, atas perhatian diucapan terima kasih.

Siapkan Enam Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan di Tahun 2017

foto-komik-bocs-2017-yayasan-palung

Foto Komik BOCS 2017. Yayasan Palung

Klik di sini untuk melihat komik BOCS 2017 :komik-bocs-tahun-2017-dok-yayasan-palung-dan-bocs

Siapkan Diri Kamu Untuk Peruntungan Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan (BOCS). Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini  Yayasan Palung (YP) bersama dengan Orangutan Republik Foundation (OURF) menyediakan 6 (enam) beasiswa program S-1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan (Bornean Orangutan Caring Scholarship) 2017.

Mengingat, Yayasan Palung merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Adapun tujuan dari program beasiswa ini antara lain adalah untuk ; Pertama, Melahirkan generasi intelektual Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara yang mempunyai komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap upaya perlindungan dan penyelamatan Orangutan Kalimantan dan habitatnya. Kedua, Memberikan dukungan moril dan materil kepada generasi muda Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ketiga, Memajukan kerjasama pendidikan tentang potensi kekayaan alam lokal antara pihak-pihak di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Sedangkan untuk syarat dan ketentuan Penerima Beasiswa orangutan antara lain;  1. Yang berhak menerima beasiswa ini adalah calon mahasiswa/i yang berasal dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, diutamakan yang kurang mampu secara ekonomi.  2. Diusulkan oleh pihak sekolah dan atau atas usulan siswa bersangkutan namun meminta rekomendasi dari pihak sekolah. Setiap sekolah berhak mengusulkan 2 (dua) orang siswa. 3. Diperuntukkan bagi calon mahasiswa/i yang berencana kuliah di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Propinsi Kalimantan Barat. 4. Bersedia melakukan penelitian skripsi berkaitan dengan aspek-aspek perlindungan dan penyelamatan Orangutan Kalimantan. 5. Memiliki prestasi yang baik, berkomitmen untuk konservasi dan mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar / kuliah hingga selesai.

Sedangkan Persyaratan Pendaftaran: Formulir pendaftaran dapat diperoleh di sekolah masing-masing, diisi dengan lengkap ;

  •       Menyertakan fotocopy berkas sebagai berikut:
    1. Raport dari semester 1 – 5 sebagai kualifikasi akademis
    2. Surat pengantar dari kepala sekolah
    3. Surat dukungan / referensi dari wali kelas / guru yang mengetahui keadaan siswa
    4. Fotocpy Kartu Keluarga (KK)
  • Membuat motivation letter atau pernyataan motivasi yang berisi tentang Biografi (menceritakan tentang diri dan keluarga Anda, alasan Anda harus diterima sebagai penerima beasiswa, fakultas dan jurusan di Universitas Tanjungpura Pontianak, yang dipilih dan alasan memilihnya), minimum 200 kata. Pernyataan motivasi ini bisa ditulis tangan atau diketik, diserahkan sebanyak 3 (tiga) rangkap.
  • Membuat Esai tentang manfaat pendidikan yang akan Anda terima bagi daerah Anda. [Ceritakan berangkat dari apa yang terjadi / keadaan alam dan lingkungan di daerah anda saat ini, apa peran pemerintah, swasta dan masyarakat terkait dengan keadaan tersebut. Berdasarkan keadaan tersebut, apa perbedaan yang akan Anda lakukan ketika sudah menjadi sarjana untuk konservasi di daerah Anda]. Esai dibuat dengan ketentuan, buah pikiran sendiri / orisinil dengan panjang 1000 kata, menggunakan gaya bahasa populer dengan kaidah 5 W 1 H (What, Who, When, Where, Why, How).
  • Berkas pendaftaran dapat diserahkan langsung ke Yayasan Palung (baik kantor di Ketapang maupun di Bentangor Desa Pampang Kec. Sukadana) atau melalui jasa pengiriman paling lambat 14 Maret 2017.

Sedangkan tahap seleksi dimulai dengan seleksi berkas, motivation letter dan esai. Peserta yang lulus seleksi tahap I ini akan mengikuti tahap seleksi II / akhir. Surat pemberitahuan hasil seleksi tahap I akan dikirim ke sekolah-sekolah, juga akan ada pemberitahuan kepada pendaftar melalui telpon dan pesan singkat (sms) pada 17 Maret 2017.

Seleksi lanjutan, yaitu presentasi dan wawancara. Peserta seleksi diwajibkan mempresentasikan motivation letter, alasan memilih fakultas dan jurusan di UNTAN dan esai yang disajikan dalam power point (ppt), serta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim juri. Seleksi ini akan dilaksanakan pada 28 Maret 2017 di Kantor Yayasan Palung di Ketapang. Nilai seleksi tahap I tidak ditambahkan pada nilai seleksi tahap II, nilai seleksi tahap I hanya untuk penentuan peserta seleksi tahap II.

Sedangkan pengumuman penerima beasiswa yang lulus seleksi tahap akhir akan disampaikan melalui surat resmi kepada pihak sekolah pada tanggal 28 Maret 2017. Selanjutnya, penerima beasiswa yang lulus seleksi akan menandatangani Kesepakatan Penerima Beasiswa pada Malam Anugrah Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan pada Juni 2017 (jadwal masih tentatif).

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Yayasan Palung, Jl. Kol. Sugiono Gg. H. Tarmizi No. 5 Ketapang. (Telp/Fax: 3036367) dan Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung  Bentangor, Dusun Pampang Desa Pampang Harapan, Kec. Sukadana, KKU.

By : Yayasan Palung

 

 

 

 

 

Di Desa Ini Orang Utan Terakhir Kali Terlihat Tahun 80-an

induk-dan-bayi-orangutan-di-gunung-palung-sedang-bercengkrama-foto-dok-tim-laman-dan-yayasan-palung

Bayi orangutan dan Induknya di Gunung Palung. Foto dok. Yayasan Palung dan Tim Laman

“Kami mendapatkan informasi di Desa yang kami kunjungi, mereka (masyarakat) terakhir kali melihat orangutan pada tahun 1980-an”.

Pekan lalu, seperti biasanya di bulan November, tepatnya dari tanggal (13-19/11/2016) Yayasan Palung memperingati Pekan Peduli Orangutan. Ragam kegiatan yang kami Yayasan Palung lakukan terkait nasib orangutan yang sangat terancam punah, salah satunya dengan melakukan kampanye penyadartahuan kepada masyarakat dan dilingkup sekolah dengan berbagai kegiatan.

Kami mendapatkan informasi di desa tersebut mereka (masyarakat) terakhir kali melihat orangutan pada tahun 1980-an. Namun saat ini,tidak ada lagi dikarenakan salah satunya oleh perburuan untuk di konsumsi. Selain juga karena disebabkan hilangnya hutan karena konversi perusahaan sawit.

Menurut pemaparan bapak Margono, Kadus Kalam, Desa Sinar Kuri mengatakan dalam sesi diskusi; nilai ekonomi dari hasil hutan seperti buahan, rotan, dan hasil hutan lainnya masih ada di desanya. seperti ginseng dan pasak bumi. Selain itu, bapak Anton, selaku Kaur Desa mengatakan, ada obat ginjal tanaman seperti kumis kucing, daun simpur dan putri malu direbus menjadi satu. Sedangkan untuk Obat typus, urat leletup yang digunakan akarnya dibersihkan dan diminum.

Selengkapnya dapat dibaca dan dilihat di link : http://www.kompasiana.com/pit_kanisius/di-desa-ini-orang-utan-terakhir-kali-terlihat-tahun-80-an_58342981537a61220ba8867a