Membuat Topi Sulap dari Kardus Bekas untuk Mengurangi Sampah

Banyak cara sebetulnya yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan sampah, seperti misalnya kardus. Kardus bekas bisa dikreasikan menjadi barang-barang bermanfaat (layak pakai) yang cantik seperti topi.

Ayo teman-teman kita berkreasi dengan memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat sebagai cara kita bersama untuk mengurangi sampah-sampah dengan cara-cara sederhana.

Bagaimana cara membuatnya?. Berikut ada beberapa alat dan bahan untuk disiapkan terlebih dahulu sebelum membuat topi.

Ada pun alat dan bahan untuk membuat kreasi ini adalah kardus bekas, kertas lipat (origami), lem lilin (Lem Fox), pulpen, cutter, jangka, gunting, pita kain dan asesoris hiasan lainnya.

Cara membuat topi sebagai berikut:

  1. Ukur lingkar kepala orang yang akan memakai topi sulap. Gunakan jangka untuk menggambar lingkaran seukuran kepala pada kardus. Anda juga bisa menggunakan piring sebagai panduan untuk membantu menggambar lingkaran. Buat 2 lingkaran. Lingkaran bagian dalam dan lingkaran bagian luar.
  2. Potong kardus tersebut mengikuti garis lingkaran luar dan garis lingkaran dalam.
  3. Guntinglah kardus berbentuk persegi panjang. Panjangnya sesuai dengan panjang lingkaran dalam.
  4. Gulung kardus persegi panjang tersebut agar mudah membentuk silinder.
  5. Tempel kardus persegi panjang tersebut pada lingkaran dalam sehingga membentuk silinder.
  6. Setelah menempel dengan baik, tempelkan bagian tutup topi (potongan kardus dari lingkaran dalam).
  7. Topi sulap sudah jadi.
  8. Selanjutnya topi dihias sesuai keinginan.

Semoga tutorial ini bermanfaat ya, berharap dengan cara seperti ini kita semua dapat mengurangi sampah. Semoga saja…

Tulisan dan Video : Simon Tampubolon-Yayasan Palung

Editor : Petrus Kanisius

 

Iklan

About yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Posted on 5 November 2018, in Berita umum dan khusus, Penelitian, Relawan Konservasi, YP. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: