Keanekaragaman Tumbuhan Liana di  Cabang Panti (TNGP)

Jantak3

Buah Jantak jenis liana Willughbeia sp. Foto dok : Riduwan/YP

Perkenalkan nama saya Riduwan. Saat ini, saya sedang melakukan penelitian mengenai potensi tumbuhan liana di Stasiun Penelitian Cabang Panti, (Kawasan yang berada di Taman Nasional Gunung Palung). Ada pun tujuan penelitian saya adalah untuk tugas akhir/ skripsi. Penelitian dilakukan selama kurang lebih satu setengah bulan. Saat ini penelitian sudah berjalan selama kurang lebih 13 hari. Penelitian yang saya lakukan adalah pada 5 tipe habitat yang berbeda, diantaranya rawa gambut, batu berpasir, alluvial, granit dataran rendah, dan granit dataran tinggi.

Ada pun metode yang saya gunakan dalalam penelitian saya adalah setiap satu tipe habitat saya ambil 5 plot dengan cara diacak atau random sampling dengan panjang jalur utama 50 meter dan sub plot sebelah kanan dan kiri masing-masing 10 meter.

Pelaksaan di lapangan sudah saya selesaikan kurang lebih hampir 50%, ada beberapa liana yang telah saya temukan diantaranya dari genus : Combretum sp, Uncaria sp, Willughbeia sp, Strychnos sp, Bauhinia sp dan Gnetum sp. Keberadaan liana ini ternyata secara tidak langsung memiliki peran terhadap kehidupan binatang di sana, terutama binatang pemakan buah (Frugivora) seperti Orangutan, kelasi monyet ekor panjang dan kelempiau.

Bunga Gnetum (2).jpg

Bunga Gnetum, Foto dok : Riduwan/YP

Ada beberapa tumbuhan liana yang dapat menghasilkan buah seperti liana dari genus Willughbeia sp atau  dikenal dengan nama buah jantak, Strychnos sp, dan Combretum sp. Tumbuhan ini ternyata bisa tumbuh diketinggian 40 -700 mdpl ini berdasarkan penelitian yang saya lakukan di SPCP, dan keberadaan tumbuhan liana ini dapat menambah kekayaan vegetasi yang ada di Taman Nasional Gunung Palung.

Stasiun Penelitian Cabang Panti atau biasa di singkat SPCP merupakan suatu kawasan yang letaknya berada di zona ini taman nasional gunung palung dengan luas sekitar 2.100 ha. Saat ini kawasan SPCP memiliki 8 tipe habitat yang berbeda, diantaranya yaitu : rawa gambut, rawa air tawar, kerangas, batu berpasir, alluvial (tanah sedikit berpasir/kaya akan unsur hara), granit dataran rendah, granit dataran tinggi, dan pegunungan.

Stasiun Penelitian Cabang Panti kaya akan flora maupun faunanya, baik yang statusnya masih melimpah maupun yang sudah di lindungi. Salah satu kekayaan flora yang berada disana adalah tumbuhan liana. Tumbuhan liana adalah tumbuhan yang hidupnya membutuhkan penopang tumbuhan lain seperti pohon guna untuk menjulang keatas dengan tujuan untuk memperoleh cahaya matahari, namun akar dari tumbuhan ini masih menempel pada tanah. Berbeda dengan tumbuhan ficus yang 100% hidupnya menempel pada pohon.

Menurut saya, liana menurut saya sangat bermanfaat bagi manusia salah satunya adalah akar kuning bermanfaat untuk obat dalam. Akar kuning direbus lalu airnya diminum. Buah dari jenis liana ini dimanfaatkan oleh binatang seperti orangutan, kelasi, kelempiau, dan monyet ekor panjang. Selain liana dari jenis akar kuning ada jenis lainnya yang dimanfaatkan oleh binatang disana seperti, buah jantak (Willugbeia sp), tapal kaki kuda (Bahuinia sp), cakar elang/pancingan (Uncaria sp), Combretum sp, dll. Saya menemukan liana disana kurang lebih 10 jenis liana.

Bauhinia

Tapal (tapak kaki kuda)/Bauhinia. Foto dok : Riduwan/YP

Diketahui pula, Keberadaan tumbuhan liana sebagai penanda (ciri khas) bahwa hutan di Indonesia merupakan hutan hujan tropis.

Kelimpahan liana di SPCP sangat padat baik dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Liana yang ada ini harus tetap terjaga kelestariannya. Seperti diketahui, bahwa tumbuhan liana ini sangat banyak manfaatnya terutama untuk satwa primata selain untuk sumber pakan bagi primata ternyata batang liana dimanfaatkan oleh orangutan untuk bermain, seperti untuk pindah dari tempat satu ke tempat lainnya.

Tak salah kiranya bila tumbuhan ini patut untuk dilestarikan keberadaannya karena memiliki banyak manfaat dan fungsi bagi kehidupan.

Penulis : Riduwan, (Mahasiswa Untan Fakultas Kehutanan, Penerima Beasiswa Orangutan Kalimantan/BOCS)

 

 

 

 

Iklan

About yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Posted on 24 Agustus 2018, in Berita umum dan khusus, BOCS, Gunung Palung, Kegiatan Yayasan Palung, Penelitian, YP. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Terimakasih infonya sangat menarik jangan lupa kunjungi website kami http://bit.ly/2MK7uo7

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: