Bunga Bangkai dan Rafflesia, Sering Dianggap Sama, Padahal Berbeda

Amorphopalus titanum atau bunga bangkai (kiri) dan Rafflesia arnoldi (kanan). Foto dok. Kompas

Amorphopalus titanum atau bunga bangkai (kiri) dan Rafflesia arnoldi (kanan). Foto dok. Kompas

Selama ini banyak yang menyatakan bunga bangkai itu sama dengan raflesia. Tidak sedikit pula dari kita yang menyangka bunga bangkai nama latinnya raflesia. Namun, tenyata keduanya sesungguhnya berbeda.

Tentu ini menjadi salah satu ke khawatiran jika kita salah menjelaskannya kepada orang lain terkait menyamakan dan salah penafsiran terkait bunga bangkai dan raflesia itu sama. Salah kaprah dan sudah pasti itu menjelaskan sesuatu menjadi salah kepada orang lain jika terus menerus tidak diluruskan. Karena hal tersebut sudah terjadi sejak lama. Ya, benar saja anggapan selama ini bahwa bunga bangkai itu sama raflesia, pada hal nyatanya keduanya sangat berbeda.

Lalu apa perbedaan bunga bangkai dan raflesia?

Dari nama saja berbeda, bunga raflesia nama latinya Rafflesia dan bunga bangkai nama latinnya Amorphpophallus titanium. Bunga raflesia terdiri dari beberapa jenis, demikian juga dengan bunga bangkai yang memiliki banyak jenis.

Bunga raflesia seperti di Bengkulu, Sumatera dengan nama latinnya Rafflesia arnoldii (status keberadaannya saat ini berdasarkan data IUCN adalah rentan/Vurnerable-VU). Ada pula Rafflesia magnifica(status IUCN menyebutkan keberadaannya sangat terancam punah/Critically Endangered- CR).

Sedangkang jenis bunga bangkai cukup banyak seperti; Amorphophallus gigas dan jenis lainnya adalah Amorphophallus moeleri dan Amorphophallus variabilis. Berdasarkan data IUCN memasukkan bunga bangkai dalam status rentan/Vurnerable-VU.

Bunga bangkai, sudah pasti menimbulkan (mengeluarkan) bau yang sangat busuk menusuk hidung. Bau yang ditimbulkan bunga raflesia dan bunga bangkai tersebut tidak lain sebagai cara bagi bunga untuk menarik minat serangga ketika bunga dalam proses penyerbukan.

Adapun habitat bunga bangkai umumnya merupakan tumbuhan khas dataran rendah yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis mulai dari kawasan Afrika barat hingga ke Kepulauan Pasifik, termasuk di Indonesia. Bunga Titan Arum dapat ditemukan pada habitat hutan tropis di Sumatera dan Kalimantan, khususnya pada ketinggian diantara 120 sampai 365 meter diatas permukaan laut, (data dari WWF).

Bunga Raflesia merupakan ikon Indonesia di Internasional (dalam Kompas travel), karena tananaman ini langka. Bunga raflesia termasuk tumbuhan parasit (tumbuhan yang menumpang pada tumbuhan lainnya).

Ciri-ciri fisik dari tumbuhan (raflesia dan bunga bangkai) juga berbeda. Perbedaan yang paling terlihat antara kedua bunga ini adalah bunga Rafflesia berwarna merah dan memiliki bentuk bunga melingkar dengan diameter mencapai 1 meter dan ketinggian 0,5 meter. Sedangkan bunga bangkai berwarna merah dan hijau dan memiliki ketinggian 4 meter dan diameter 1,5 meter, (Adi Pancoro, dalam catatan anak bertanya guru menjawab).

Ada pun cara berkembang biak, dalam satu tanaman bunga rafflesia memiliki dua jenis kelamin atau disebut bunga berumah dua. Sedangkan Amorphopallus itu ada yang berkelamin jantan, ada juga yang berkelamin betina, berbeda tumbuhan. Amorphophallus relatif lebih mudah dibiakkan dengan biji. Sebaliknya biji Rafflesia sulit didapat karena bunga jantan dan betina sukar didapati mekar bersamaan (sumber Kompas Travel).

Selain berbeda (bunga bangkai dan raflesia) ternyata raflesia juga unik. Uniknya bunga raflesia tidak memiliki akar, daun dan tangkai. Bunga Rafflesia hanya memiliki mahkota dan hanya bertahan selama satu minggu. Terlebih, tumbuhan ini pun tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis (Tirto).

Semoga saja kita tidak salah dan bisa membedakan mana bunga raflesia dan mana bunga bangkai (bisa membedakan), selain juga kita berharap agar tumbuhan ini bisa lestari hingga nanti, mengingat beragam ancaman yang ada saat ini seperti perluasan lahan yang semakin masif menjadi satu kekhawatiran saat ini. Dengan kata lain, apabila hutan terjaga dan masih tersisa maka tumbuhan bunga raflesia dan bunga bangkai bisa tumbuh dan lestari hingga selamanya.

Tulisan ini sebelumnya dimuat di : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/5b3f34355e13733c22010a93/bunga-bangkai-dan-raflesia-keduanya-sering-dianggap-sama-tetapi-sesungguhnya-berbeda

Sumber tulisan: Diolah dari berbagi sumber

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

 

Iklan

About yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Posted on 9 Juli 2018, in Berita umum dan khusus, Kegiatan Yayasan Palung, Penelitian, YP. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: