Monthly Archives: Maret 2018

Hak Asasi Manusia dan Hak Asasi Hewan, Bukankah Sama Pentingnya?

Orangutan yang keluar di habitatnya dan mendekati pemukiman masyarakat beberapa waktu lalu, Maret 2018. Foto dok. Yayasan Palung

Orangutan yang keluar di habitatnya dan mendekati pemukiman masyarakat, awal bulan Maret 2018. Foto dok. Yayasan Palung

Hewan hidup di hutan bukan di kandang, tidak terkurung dan tidak dipelihara semestinya demikian adanya. Demikian juga dengan manusia yang menjalani tatanan kehidupannya di dunia ini dengan kebebasan tanpa batas, tetapi tidak sebebas-bebasnya, tidak terpasung, terkurung dan terpenjara.

Hak asasi manusia dan hak asasi hewan sama pentingnya, dengan kata lain (human welfare) dan hewan (animal welfare) keduanya sama-sama memiliki hak pemenuhan untuk berperilaku alami namun sering kali dilanggar.

Kita sesama makhluk hidup telah diciptakan berbeda-beda dan dititahkan untuk hidup berdampingan satu dengan yang lainnya tanpa harus menyakiti atapun mengusik satu sama lainnya pula, memiliki hak yang sama yaitu bebas secara alamiah bukan bebas sebebas-bebasnya atau bebas karena paksaan.

Memiliki rupa yang tidak sama lalu kita mendiskriminasi hak sesorang atau hak kehewanan karena sesuatu kepentingan ataupun oleh ego segelintir orang.  Sebagai contoh; hilangnya habitat hidup hewan yang terusir oleh karena pembukaan lahan berskala besar. Tidak hanya itu, persoalan konflik antara manusia versus hewan juga sering kali terjadi, tentu ini menjadi bukti nyata hak salah satunya dirampas.

Hak-hak dasar hewan non-manusia harus dianggap sederajat (memiliki hak yang sama) sebagaimana hak-hak dasar manusia (lihat Wise, Steven M. “Animal Rights”). Dengan kata lain, hewan hak asasi hewan menyatakan bahwa hewan harus dipandang sebagai orang, bukan benda. Sebagai catatan juga, satu kesatuan makhluk hidup merupakan kesatuan yang utama dan penting di bumi ini sebagai penyeimbang dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.

Dari titah Undang-Undang No. 16 Tahun 2009 pun menegaskan bahwa kesejahteraan hewan dari segala perilakunya wajib kita jalankan dan sejatinya perlu diterapkan dan ditegakkan.

Hak pemenuhan hidup (hak manusia dan hak hewan) dalam menjalani tatanan kehidupan sejatinya tidak bisa dipaksakan untuk berperilaku yang tidak sesuai dengan perilaku alamiah kita dan juga hewan. Jika itu terjadi sudah pasti telah memaksakan kodrat si hewan yang dimaksud karen mereka kehilangan hak alamiahnya.

Satu harapan, semoga saja hak dasar hewan menjadi perhatian kita semua dan bersama untuk menghargai sesama sebagai makhluk hidup ciptaan Ilahi yang saling harmonis.

Petrus Kanisius (Pit)-Yayasan Palung

Iklan

Yayasan Palung Ajak Pihak Sekolah Berwawasan Lingkungan

Panitia dan peserta pelatihan guru untuk berwawasan lingkungan yang dilaskanakan YP di Kabupaten Kayong Utara (KKU)

Panitia dan peserta pelatihan guru untuk berwawasan lingkungan yang dilaskanakan YP di Kabupaten Kayong Utara (KKU), belum lama ini

Saling berbagi dan belajar, setidaknya itulah yang dilakukan  oleh 29 orang guru yang hadir untuk belajar bersama tentang bagaimana meningkatkan kapasitas sekolah yang berwawasan lingkungan lewat pelatihan guru yang di selenggarakan oleh Yayasan Palung di Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung “Bentangor”, Desa Pampang Harapan, Sukadana, KKU, 26-28 Februari 2018.

Para guru yang menghadiri kegiatan tersebut adalah perwakilan dari 13 sekolah yang ada di KKU dan 1 Sekolah dari Ketapang, merupakan sekolah yang mengikuti program sekolah Adiwiyata Kayong Utara, dan beberapa sekolah diantaranya adalah sekolah dampingan Yayasan Palung. Kegiatan dimulai dengan presentasi profil Yayasan Palung, disampaikan oleh Mariamah Achmad selaku Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung, selain itu juga menjelaskan mengapa pelatihan guru perlu dilakukan, salah satunya karena Yayasan Palung sangat mendukung sekolah-sekolah yang mempunyai tujuan menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan. Kegiatan ini juga sebagai ajang untuk saling berbagi dan komunikasi tentang praktek-praktek terbaik, hambatan dan tantangan mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan antar sekolah.

Selama 3 hari berkegiatan, ragam kegiatan yang mereka lakukan dalam pelatihan guru tersebut antara lain….

Tulisan ini sebelumnya pernah dimuat di Tribun Pontinak, baca selengkapnya di : YP Ajak Pihak Sekolah Berwawasan Lingkungan