Monthly Archives: Februari 2018

Belajar Tentang Daun Ternyata Menarik Lho

Sesekali suara ombak dari pantai terdengar dan berbaur dengan suara satu persatu peserta yang baru tiba di lokasi. Iya, benar suara tersebut terdengar karena berdekatan dengan lokasi hutan di mana kami melakukan field trip (kunjungan lapangan). Ada banyak hal yang menarik yang kami jumpai salah satunya belajar tentang daun.

Apa yang menarik dari daun? Ternyata banyak hal yang menarik jika kita pelajari melalui materi botani zoologi dan taksonomi tumbuhan. Saat melakukan identifikasi peserta diajak untuk mengetahui bentuk, ciri dan jenis daun yang tumbuh di hutan, mereka juga mengidentifikasi keberagaman tumbuhan yang ada di sekitar hutan…..

Baca selengkapnya di : https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20180219112333-445-277097/belajar-tentang-daun-ternyata-menarik-lho

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Iklan

Hari Kasih Sayang, Tak Hanya Soal Pasangan tetapi “Mereka (Orangutan)” Juga Perlu

Pesan kami semua, Kami sayang orangutan. Yayasan Palung

Pesan kami semua, Kami sayang orangutan. Yayasan Palung

Kasih sayang sudah menjadi hak dan kewajiban bagi kita semua untuk melaksanakannya (menerapkannya/melakukannya/mempraktekannya) dalam tatanan kehidupan sehari-hari kita kepada siapa saja tanpa memilah dan memilih.

Kecenderungan saat ini, kasih sayang itu hanya identik dengan wanita atau pasangan kita semata. Lalu, bagaimana kasih sayang kita kepada  “mereka”?. siapa mereka itu?.

“Mereka” yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah orangtua kita, saudara/i kita dan sesama kita. Tidak hanya itu, “mereka” satwa, tumbuhan dan lingkungan juga memerlukan cinta dan kasih sayang yang sejatinya tak lekang oleh waktu.

Tidak bisa disangkal, cinta dan kasih sayang kepada sesama, kepada lingkungan (alam semesta), kepada satwa kini serasa sudah semakin memudar.

Tengoklah cinta yang bertepuk sebelah tangan terhadap lingkungan sehingga alam lingkungan berurai air mata tertumpah yang tak jarang menjadi banjir bandang yang menerjang sesuka hatinya. Satwa yang disiksa dan meregang nyawa…

Baca Selengkapnya : https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/5a83d762f13344305913c112/hari-kasih-sayang-tak-hanya-soal-pasangan-tetapi-mereka-juga-perlu

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Petani Terapkan Budidaya Padi Infari 32 Dengan Metode Hazton

Penananam padi oleh para petani di lokasi. Foto dok. Yayasan Palung

Penananam padi oleh para petani di lokasi. Foto dok. Yayasan Palung

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Sebagian besar penduduk di Kecamatan Simpang HilirKabupaten Kayong Utara merupakan petani dengan cara atau metode bertani tadah hujan. Ini diungkapkan Manager Program Perlindungan Satwa (PPS-Hukum) YP, Edi Rahman.

Ia mengungkapkan namun saat ini petani di Desa Penjalaan dan Pulau Kumbang Kecamtan Simpang Hilir. Hampir semuanya sudah mencoba menggunakan metode hazton dengan membuat demplot untuk budidaya padi infari 32.

“Tidak bisa disangkal bahwa petani memiliki peran sangat penting dalam menyediakan pangan bagi suatu negara,” kata Edi Rahman….

Baca Selengkapnya di : http://pontianak.tribunnews.com/2018/02/12/petani-terapkanbudidaya-padi-infari-32dengan-metode-hazton

Baca juga di :https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/5a81219bbde5755c57142dd2/mungkin-ini-cara-bertani-dan-budidaya-padi-yang-bisa-kita-terapkan

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Melatih Relawan Lokal Cinta Pelestarian Alam

Para Relawan Yayasan Palung yang tergabung dalam TABONK. Foto dok. Yayasan Palung

Para Relawan Yayasan Palung yang tergabung dalam TABONK. Foto dok. Yayasan Palung

Para pemuda itu tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan. Mereka belajar mengenai dasar-dasar kerelawanan, manajemen organisasi, dan berbagai topik lain, khususnya topik mengenai lingkungan. Sebab mereka adalah relawan Tajam dan RebonK.

Kelompok relawan ini kerap menyuarakan mengenai konservasi di Tanah Kayong, Kalimantan Barat. Beberapa waktu lalu, mereka mengikuti semacam pelatihan di kantor Yayasan Palung, di Desa Pampang Harapan, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Sesuai dengan slogan TabonK; “Yom Kite Begabong”, selama tiga hari kegitan tersebut, ragam keceriaan dan ide mereka satukan yang terbingkai dalam diskusi untuk belajar bersama terkait apa yang terjadi saat ini dan mungkin yang akan terjadi di masa depan terkait lingkungan.

Mereka juga mengikuti diskusi mengenai dampak kerusakan hutan. Tak sedikit ide yang mereka cetuskan terkait dengan kerusakan lingkungan dan dampaknya, seperti: dampak sosial, ekonomi, lingkungan, politik, dan dampak secara menyeluruh, termasuk pula pemanasan global.

Dalam diskusi tersebut, muncul ide untuk mengatasi dampak kerusakan hutan antara lain: melakukan reboisasi (penanaman kembali), tidak menebang pohon, dan penegakan hukum dari negara untuk mengatasi persoalan lingkungan….

Untuk membaca selengkapnya di : https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20180207111639-445-274476/melatih-relawan-lokal-cinta-pelestarian-alam

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Apa Salah dan Dosamu Orangutan?

baby kiss sweets. Foto dok. Tim Laman

Baby Kiss Sweets. Foto dok. Tim Laman

Engkau dipuja dan didera ini adanya nyata

Itu yang tersaji kala engkau  hidup dan menetap di habitatmu

Dipuja ketika dirimu disayang dan didera ketika dirimu terus terusik mendera

Letupan demi letupan senapan tak segan merampas hak hidupmu

Derai air matamu terlihat tak kuasa tercurah tumpah mengengok pongahnya dunia

Pahit getir mungkin atau memang ini yang dirasa sebab tak kuasa

Tak kuasa menahan ratusan peluru tak segan bersarang merengkuh hampir di seluruh tubuh,

hingga tak jarang meregang nyawa

berkata mengata,

apa dosamu kini ?

bertanya karena sebab,

sejauh mata memandang terlihat tiada ampun membabat habitat

tanpa ampun dan belas kasihan

memutus jalur alur keturunanmu

dipenjara, dipelihara dan tak jarang disiksa

memutus mata rantai peranmu sebagai penyebar biji, penjaga dan pemilihara tanam tumbuh di rimba raya

Realita tentu sebagai penanda

Kini, apa yang ditakut-takuti benar terjadi

Tajuk menjulang tinggi kini kian terkikis berganti tanam tumbuh baru,

gedung bertingkat pencakar langit

tengok korban di lubang-lubang pengganti,

lihat deru arus menerjang tak beraturan menghantam dan membawa kesegala arah

tanpa ada yang mengira kapan akan terjadi dan berlalu

cumbu belaian kasih kepadamu menanti disapa menyapa

inginku mengalahkan koar suara deru mesin yang tak jemu berisik saban waktu

tetapi mampukah?

Lagi-lagi dan lagi itu yang terjadi, tak bosan terus berulang

Rinai rintik tak lagi sanggup terserap tanah dan akar,

Tak sanggup menampung jua menopang tajuk-tajuk rimbun yang kian rebah karena lelah tak berdaya

Ingin menjalar namun terlanjur dikikis hingga menjelang habis

Rona nanar tak jarang berpadu mengadu,

Mencari, memilah, berkisah

Tentang dirimu yang dipuja juga didera

Tetapi apa dosamu sehingga engkau selalu didera menderita sampai merenggut nyawamu

Satwa endemik yang disematkan kepadamu dan sebutanmu sebagai spesies kunci apakah nanti bisa lestari hingga nanti atau tinggal cerita,

Hanya bertanya, apa dosamu orangutan?

Hanya itu.

 

Tulisan ini sebelumnya telah di muat di Kompasiana: https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/5a7bf9fecbe5232f000e4e82/puisi-apa-salah-dan-dosamu-orangutan

Ketapang, Kalbar 08 Februari 2018

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

 

Video Keragaman Satwa di Gunung Palung

Banyak hal yang telah dilakukan oleh para peneliti saat mereka melakukan aktivitas penelitian di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Salah satunya keragaman satwa yang berhasil di dokumentasikan lewat video.

Terima kasih kepada Brodie Philp (Manager Penelitian OH) yang telah mendokumentasikan aktivitas satwa melalui video. Terima Kasih juga kepada Rizal Alqadrie yang telah menjahitnya (mengeditnya) menjadi film singkat. Selamat menyaksikandan semoga bermanfaat sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan.

Pit-Yayasan Palung

Tahun 2018 : Kami Kembali Menyediakan Enam Beasiswa Orangutan Kalimantan

Beberapa Penerima BOCS yang terdahulu melakukan kampanye bersama dalam rangka Pekan Peduli Orangutan di Pontianak. Foto dok. Yayasan Palung

Beberapa Penerima BOCS yang terdahulu melakukan kampanye bersama dalam rangka Pekan Peduli Orangutan di Pontianak. Foto dok. Yayasan Palung

Tahun 2018 ini, Yayasan Palung kembali menyediakan enam beasiswa orangutan Kalimantan. Pemberian beasiswa kami lakukan sejak 2012 Yayasan Palung (YP) dan Orangutan Republik Foundation (OURF) bekerjasama menyediakan beasiswa program S-1 melalui Program Peduli Orangutan Kalimantan (Bornean Orangutan Caring Scholarship).

Mengingat Yayasan Palung sebagai lembaga non profit profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Adapun tujuan program beasiswa orangutan tersebut antara lain adalah : Pertama, Melahirkan generasi intelektual Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara yang mempunyai komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap upaya perlindungan dan penyelamatan Orangutan Kalimantan dan habitatnya. Kedua, Memberikan dukungan moril dan materil kepada generasi muda untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ketiga, Memajukan kerjasama pendidikan tentang potensi kekayaan alam lokal antara pihak-pihak di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Setiap penerima beasiswa diberikan dana beasiswa dengan limit USD 1.500, untuk membiayai:

  1. Daftar Masuk Universitas
  2. Daftar Ulang selama 8 semester
  3. Biaya Penelitian
  4. Biaya Penulisan Skripsi
  5. Biaya lain dipenuhi selama masih dalam limit dana beasiswa
  6. Bagi Penerima Beasiswa yang mendapat UKT III, IV dan V, pembiayaan dihentikan jika sudah mencapai limit dana beasiswa, walaupun tidak memenuhi poin 1-4.
  7. Peningkatan kapasitas dari Yayasan Palung

Syarat dan ketentuan pendaftaran dapat di unduh dan dibaca di Blog Yayasan Palung: https://yayasanpalung.wordpress.com. Lihat di link Brosur : Brosur Beasiswa Orangutan Kalimantan (BOCS)_ 2018_pdf,  Lihat syarat dan ketentuan : YP_BOCS_Bahan Brosur_Borneo Orangutan Caring Scholarship_2018

Berkas pendaftaran dapat diserahkan langsung ke Yayasan Palung (kantor Ketapang atau Bentangor Desa Pampang Kec. Sukadana) atau melalui jasa pengiriman paling lambat 14 Maret 2018.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

  • Yayasan Palung, Jl. Kol. Sugiono Gg. H. Tarmizi No. 5 Ketapang. Telp/Fax: 3036367
  • Pusat Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung / Bentangor, Dusun Pampang Desa Pampang Harapan, Kec. Sukadana, KKU
  • Ranti Naruri: 0852-4563-4919
  • Hendri Gunawan: 0896-9346-9745

Yayasan Palung