Sekolah Lapangan tentang Agroforestri untuk 5 Desa di Lokasi Hutan Desa Kecamatan Simpang Hilir

IMG_20171021_085416.jpg

Saat Sekolah Lapangan dan demplot agroforstri berbasis kelapa yang diadakan di Desa Pulau Kumbang. Foto dok. Yayasan Palung

Seperti terlihat, beberapa ibu dan Bapak-bapak tampak bersemangat untuk membersihkan lahan yang persis berada di dalam salah satu kebun kelapa milik warga mulai dari kemarin hingga hari ini (20-24/10/2017), mengadakan kegiatan yang bertajuk sekolah lapangan yang berlokasi di Desa Pulau Kumbang, Kayong Utara, Kalbar.

Tak lain, sekolah lapangan yang diadakan itu sebagai salah satu langkah menangkap potensi atau pun peluang jika boleh dikatakan sebagai potensi pendapatan alternatif ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, dengan harapan jenis tanaman semusim yang ditanam dan dicampur (agroforestri) dapat menghasilan tanpa terpaku pada satu jenis tanaman.

Tanaman sejenis (kelapa) telah berpadu dengan aneka tanaman semusim jenis lainnya. Foto dok. Yayasan Palung.jpeg

Tanaman sejenis (kelapa) telah berpadu dengan aneka tanaman semusim jenis lainnya. Foto dok. Yayasan Palung

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Yayasan Palung dan ICCTF bersama 5 kelompok mereka berasal dari 5 Desa hutan desa di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. Seperti diketahui di Wilayah Desa Pulau Kumbang, Desa Pemangkat, Desa Penjalaan, Desa Padu Banjar dan Desa Nipah Kuning merupakan wilayah yang memiliki beberapa tanaman sentra seperti karet, nanas dan kelapa yang menjadi sumber penghasilan dan pendapatan masyarakat selama ini.

Seperti di ketahui, di 5 wilayah Desa itu sebagian besar adalah lahan gambut dalam yang tidak bisa dibuka, namun ada beberapa lahan merupakan yang lahannya tidak gambut dan lahan yang tidak dicampur dengan tanaman lainnya.

Adapun mengapa kegiatan tersebut dilakukan, mengingat di wilayah tersebut beberapa masyarakat sebelumnya menanam tanaman pertanian berbasis pada satu tanaman saja. Namun, tanaman agroforestri sejatinya dapat dicampur dengan jenis tanaman lainnya. Hal tersebut sebagai salah satu tujuan agar petani tidak bergantung kepada satu jenis tanaman saja melainkan dapat berharap banyak kepada jenis tanaman lainnya.

Dalam kegiatan sekolah lapangan tersebut, 5 kelompok dari 5 desa yang terdiri dari 25 orang itu, setelah melakukan pembersihan lahan selanjutnya mereka mencangkul, membuat bedeng setelahnya langsung menanam tanaman campuran (tanaman semusim) tanaman obat dan bumbu seperti jahe, liak merah kunyit, serai dan kencur. Mereka juga menanam pinang sebagai pagar pembatas tanaman dan tanaman pisang. Selain juga tanaman tersebut diselang-seling dengan tanaman nanas. Mereka didampingi oleh tenaga penyuluh pertanian dengan membuat lahan percontohan (demplot) di lahan warga masyarakat dengan luasan kurang lebih 1 hektar.

Tampak seperti terlihat berjejer rapi, tanaman kelapa telah berpadu dengan aneka tanaman semusim lainnya yang baru saja mereka tanam.

Rencananya juga, sekolah lapangan akan dilanjutkan di Desa Padu Banjar dan dilaksanakan pada 25-29 Oktober 2017. Sekolah lapangan tersebut akan melanjutkan penanaman agroforestri berbasis karet.

Pada kegiatan sekolah lapangan tersebut, mereka (peserta) sekolah lapangan didampingi oleh tenaga penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Kayong Utara.

Salah satu Kelompok terlihat memagari tanaman mereka setelah sebelumnya menanamnya. Foto dok. Yayasan Palung.jpeg

Salah satu Kelompok terlihat memagari tanaman mereka setelah sebelumnya menanamnya. Foto dok. Yayasan Palung

Berharap, semoga saja tanaman yang mereka tanam dapat menjadi sumber ekonomi dan berkelanjutan sampai selamanya. Dengan demikian pula, mereka juga bisa berharap banyak kepada tanaman yang mereka tanam bisa menjadi sumber penghasilan baru dan tidak terpaku pada satu jenis tanaman saja. Semoga…

Baca juga tulisan yang sama di Kompasiana : Mengintip Sekolah Lapangan, Belajar Agroforestri, Jangan Terpaku pada Satu Jenis Tanaman

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

 

Iklan

About yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Posted on 26 Oktober 2017, in Berita umum dan khusus, Info Orangutan, Kegiatan Yayasan Palung, Laporan Umum, YP. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: