GPOCP Beri Kuliah Umum tentang Penelitian dan Konservasi Orangutan dan Primata

Beberapa peserta yang menyempatkan diri berfoto bersama. Foto dok. Yayasan Palung

Beberapa peserta yang menyempatkan diri berfoto bersama. Foto dok. Yayasan Palung

Rabu pagi (20/9/2017), tampak berbeda dari hari-hari biasanya di Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak. Berbedanya, tidak lain ialah karena adanya kuliah umum yang disampaikan oleh Gunung Palung Orangutan Conservation Program (GPOCP) terkait penelitian, konservasi primata di Taman  Nasional Gunung Palung (TNGP).

Pada kuliah umum yang dimulai sejak pukul 08.00 Wib tersebut, acara dibuka langsung oleh wakil dekan I Fakultas MIPA Untan, Mulyadi S. Si, M.Si.

Kuliah umum yang disampaikan terdiri dari empat presentasi. Pertama, terkait konservasi orangutan di Gunung Palung yang disampaikan Terri Lee Breeden, selaku direktur Program Konservasi Yayasan Palung.

Kedua di Brodie Philp (Manager Peneliti Orangutan), terkait penelitian orangutan. Ketiga, disampaikan Elizabeth Barrow, dari program Kelempiau dan Kelasi (KKL) terkait penelitian primata.

Selanjutnya juga disampaikan presentasi terkait prosedur untuk kegiatan magang dan penelitian di Cabang Panti, TNGP. Sebagai pemateri adalah Wahyu Susanto, selaku Direktur Penelitian Yayasan Palung.

 

Dalam pemaparannya pada presentasi, Terri menjelaskan terkait program konservasi yang Yayasan Palung lakukan terkait ancaman dan strategi. Salah satunya, saat ini berdasarkan data dapat dikatakan bahwa masih terjadinya orangutan kehilangan habitatnya di Zona Penyangga TNGP,  masih maraknya perburuan liar, masih minimnya peluang pendapatan ekonomi masyarakat lokal, masih rendahnya pengetahuan masalah lingkungan dan kepedulian serta masih minimnya informasi terkait populasi dan status orangutan. Dengan demikian perlu strategi untuk mengatasi masalah tersebut diantaranya dengan melakukan berbagai kegiatan atau program konservasi seperti; Hutan desa, penyelamatan satwa, mata pencaharian berkelanjutan, pendidikan lingkungan dan kampanye penyadartahuan.

Terri Lee Breeden Saat menyampaikan presentasi tentang program konservasi. Foto dok. Yayasan Palung

Terri Lee Breeden Saat menyampaikan presentasi tentang program konservasi. Foto dok. Yayasan Palung

Brodie menyampaikan sejarah dimulainya penelitian di Cabang Panti, Gunung Palung sejak tahun 1985 silam. Selain itu juga keunikan tipe habitat hutan di gunung palung yang boleh dikatakan terlengkap karena memiliki 8 tipe habitat yaitu; hutan rawa gambut (peat swamp forest), hutan rawa air tawar (fresh water forest), hutan tanah alluvial (alluvial forest), hutan dataran rendah berbatu (lowland granite forest), hutan dataran rendah berbatu-pasir (lowland sandstone forest), hutan dataran tinggi berbatu (upland granite forest) dan hutan pegunungan (montane forest).

Brodie Philp saat menyampaikan presentasinya. Foto dok. Yayasan Palung

Brodie Philp saat menyampaikan presentasinya. Foto dok. Yayasan Palung

Sedangkan Elizabeth Barrow menyampaikan materi tentang keberadaan populasi kelempiau. Terkait dinamika populasi kelempiau yang ada di Cabang Panti, seperti populasi kelempiau yang hidup diatas 800 mdpl lebih sedikit dibandingkan populasi kelemipau yang berada dibawah 800 mdpl ternyata lebih banyak dan subur.

Elizabeth Barrow saat menyampaikan prsentasinya. Foto dok. Yayasan Palung

Elizabeth Barrow saat menyampaikan prsentasinya. Foto dok. Yayasan Palung

Sedangkan Wahyu Susanto menyampaikan beberapa prosedur terkait magang dan penelitian diataranya, Mahasiswa/i harus terlebih dahulu mengurusi surat ijin atau surat tugas magang atau penelitian dari kampus dan mengurus surat ijin masuk kawasan (SIMAKSI) terlebih dahulu kepada Balai Taman Nasional Gunung Palung (BTNGP).

Wahyu Susanto Saat menyampaikan Presentasinya tentang prosedur magang dan penelitian di SPCP. Foto dok. Yayasan Palung

Terkait kuliah umum yang disampaikan tersebut tampak antusias dari peserta mengikuti kegiatan. Beberapa peserta menyakan terkait daerah jelajah orangutan dan kelempiau, ternyata daerah wilayah jelajahnya terjadi tumbang tindih. Menariknya, dari informasi dari para peneliti menjelaskan berdasarkan penelitian mereka menyatakan bahwa tidak masalah adanya tumbang tindih antara orangutan dengan kelasi dan kelempiau. Akan tetapi yang sering terjadi konflik malah antara kelempiau dan kelasi.

Selain itu juga mahasiswa menanyakan terkait pengaruh cuaca dan perilaku orangutan, bila orangutan pada musim hujan bisa membuat payung dan pada musim panas orangutan keseringan membuat sarang.

Jenis penyakit yang ada terdapat pada orangutan berdasarkan sampel feses. Terkait jenis penyakit, orangutan dapat menularkan penyakit diantaranya adalah parasit apakah penyakit berasal dari orangutan atau dari manusia. dari suhu feses juga peneliti dapat mengetahui orangutan sakit atau tidaknya, misalnya sakit demam.

Adapun tujuan dari kuliah umum ini diselenggara tidak lain adalah sebagai bentuk untuk berbagi ilmu pengetahuan tentang dunia konservasi orangutan dan primata yang dikhususkan bagi mahasiswa, ujar Wahyu Susanto.

Terselenggaranya kegiatan ini juga atas dasar kerjasama program penelitian dari GOPCP (Yayasan Palung) dan Universitas Tanjungpura Pontianak, khususnya Fakultas MIPA dan Kehutanan, kata Wahyu.

Peserta yang ikut dalam kuliah umum. Foto dok. Yayasan Palung

Peserta yang ikut dalam kuliah umum. Foto dok. Yayasan Palung

Dalam kuliah umum tersebut dihadiri lebih dari 50 peserta dari Fakultas MIPA, Kehutanan, beberapa peserta juga  dari fakultas lain dan dari mahasiswa penerima beasiswa orangutan (BOCS). Kegiatan berakhir pukul 11.00 Wib dan mendapat sambutan baik dari para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Tulisan ini juga dimuat di Tribun Pontianak cetak dan online, untuk membaca klik di : GPOCP Beri Kuliah umum tentang Orangutan

Dimuat juga di URI.co.id , untuk membaca klik : GPOCP Beri Kuliah Umum Tentang Observasi Orangutan

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

 

Iklan

About yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Posted on 22 September 2017, in Berita umum dan khusus, Gunung Palung, Info Orangutan, Kegiatan Yayasan Palung, Penelitian, YP and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: