Kesling ASRI dan Yayasan Palung: Mengajak Anak Usia Dini Memilah Sampah hingga Pengobatan Gratis Kepada Warga

Mengajak Anak Usia Dini Memilah Sampah yang mudah hancur dan tidak mudah hancur. Foto dok. Yayasan Palung

Mengajak Anak Usia Dini Memilah Sampah yang mudah hancur dan tidak mudah hancur. Foto dok. Yayasan Palung

Memilah dan peduli sampah setidaknya itulah yang Yayasan Palung lakukan ketika kami mengikuti kegiatan Kesling (Kesehatan Lingkungan) bersama Yayasan ASRI (12-14/9/2017) kemarin di Dua Desa yaitu di Matan Jaya dan Pangkalan Jihing.

Perjalanan panjang menyusuri waktu, mungkin kata itu yang boleh kami katakan. Ya, selain membutuhkan watu yang  lama tetapi juga situasi jalan yang kami lalui menjadi salah satu cerita kami sepanjang perjalanan sebelum sampai di tempat tujuan.

Sepanjang jalan yang kami lalui, kami melihat tumbuhan sejenis yang mendominasi. Bahkan Bukit Batu Daya yang letaknya tak jauh di Wilayah Matan Jaya kini terlihat sudah dikelilingi tumbuhan sejenis yang tak lain adalah perkebunan sawit. Pohon-pohon yang tersisa boleh dikata tak sebanding dengan tumbuhan sawit yang menjamur di sekitaran wilayah tersebut.

Sesampainya di Desa Matan Jaya, Tim dari Yayasan ASRI (Alam Sehat Lestari) mengadakan pengobatan gratis kepada warga masyarakat pada malam harinya (12/9), sedangkan kami dari Yayasan Palung melakukan pemutaran film lingkungan.

Saat teman-teman dari Yayasan ASRI memeriksa pasien yang tak lain merupakan Warga masyarakat. Foto dok. Yayasan Palung

Saat teman-teman dari Yayasan ASRI memeriksa pasien yang tak lain merupakan Warga masyarakat. Foto dok. Yayasan Palung

Mengajak Warga masyarakat untuk menonton film lingkungan. Foto dok. Yayasan Palung

Mengajak Warga masyarakat untuk menonton film lingkungan. Foto dok. Yayasan Palung

Keesokan harinya, Rabu (13/9) kami melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar Negeri 17  Desa Matan Jaya, Kabupaten Kayong Utara (KKU). Di Sekolah tersebut, kami memberikan materi lingkungan tentang sampah. Lebih khusus mengajak siswa-siswi (anak usia dini) SD untuk memilah dan peduli sampah. Sebelum memulai materi kami mengajak siswa-siswi terlebih dahulu menyanyikan lagu-lagu nasional diantaranya Indonesia Raya dan Garuda Pancasila serta lagu Si Pongo (lagu tentang orangutan). Selanjutnya, kami mengajak anak-anak bermain sekaligus belajar tentang sampah. Siswa-siswi  dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dengan nama kelompok sampah organik dan kelompok sampah anorganik. Siswa-siswi yang terdiri dari kelas 4 dan 5 tersebut ditugaskan untuk mengenal, memilah dan peduli sampah (organik dan anorganik) di sekitar sekolah mereka. Anak-anak juga diajak untuk membersihkan tangan setiap selesai buang atau membersihkan sampah.

Sebelum mereka membentuk kelompok, terlebih dahulu kami menyampaikan kilasan bahwa sampah organik itu mudah hancur seperti kertas, daun dan sisa-sisa rumah tangga dan anorganik itu tidak mudah hancur seperti botol, plastik, styrofoam (gabus), besi dan kaleng.

Beberapa diantara mereka (siswa-siswi) ternyata boleh dikata dapat menangkap maksud kami, mereka dapat membedakan, memilah sampah mana yang mudah hancur dan mana yang sulit hancur. Kedua kelompok tersebut pula mengumpulkan sampah-sampah yang tertinggal di sekitar sekolah mereka. Dari hasil pengumpulan sampah ternyata yang banyak terkumpul adalah sampah tidak mudah hancur, siswa-siswi banyak mengumpulkan sampah plastik dan kaleng.

Siang harinya kami berkesempatan hadir di SMPN 08 Matan Jaya, KKU. Pada kesempatan di SMPN 08 Matan Jaya, kami menyampaikan lecture (ceramah lingkungan) tentang sampah; dampak dan manfaat sampah. Kami bercerita, bila sampah tidak dipedulikan maka akan menjadi musuh, tetapi jika dimanfaatkan maka akan memberikan manfaat bahkan nilai ekonomi bagi siapa saja yang peduli.

Sedangkan di hari berikutnya, Kamis (14/9) kami beralih tempat ke Desa Pangkalan Jihing, Ketapang. Kami tiba di Desa Pangkalan Jihing pukul 08.00 Wib lantaran kami di perjalanan beberapa kali amblas (mobil tersangkut) di jalan berlumpur dan cukup rusak di beberapa ruas jalan dari Matan menuju Desa Pangkalan Jihing. Pada kesempatan tersebut, kami menyampaikan puppet show melalui media boneka dan bercerita tentang hutan, orangutan dan sampah di SDN 33 di Dusun Cali.

Teman-teman dari Yayasan ASRI setelah malam sebelumnya di Desa Matan Jaya, selanjutnya dari pagi hingga siangnya melayani warga masyarakat untuk pengobatan di Desa Pangkalan Jihing. Terlihat, ibu-ibu, anak-anak maupun bapak-bapak bersemangat untuk berobat (pengobatan), beberapa diantararnya melakukan pemeriksaan kesehatan kesehatan mereka diantaranya batuk pilek dan beberapa diantaranya memeriksakan kesehatan pendengaran dan sakit pinggang.

Selama kegiatan Kesling di dua desa yang kami laksanakan berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari pihak sekolah dan masyarakat tempat kami melaksanakan kegiatan.

Tulisan ini juga dimuat di Kompasiana: Kesling ASRI dan Yayasan Palung

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

 

 

 

Iklan

About yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Posted on 20 September 2017, in Berita umum dan khusus, Gunung Palung, Kegiatan Yayasan Palung, YP. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: