Monthly Archives: April 2017

Yayasan Palung Akan Adakan Serangkaian Kegiatan untuk Peringatan Hari Bumi 2017

Logo kegiatan hari bumi 2017

Logo kegiatan hari bumi 2017

 

“Tanam Pohon, Stop Sampah Plastik untuk Kesehatan Bumi Kita”

Setiap tahunnya, setiap tanggal 22 April 2017 selalu diperingati sebagai hari bumi. Tindakan nyata untuk merawat bumi salah satu cara yang harus dilakukan seperti menanam dan mengurangi sampah plastik. Mengingat, bumi saat ini mengalami perubahan yang sangat drastis akibat tekanan dari meningkatnya populasi manusia penghuni bumi dan perubahan iklim yang terus terjadi di seluruh belahan dunia. Bumi sudah semakin tua dan renta, kesehatannya juga perlu dijaga oleh kita sebagai penghuninya.

Yayasan Palung sebagai organisasi masyarakat sipil yang bekerja di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara (Tanah Kayong) menjadikan hari bumi sebagai momentum untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap Tanah Kayong.

 

Adapun  tema yang diketengahkan pada Hari Bumi 2017 adalah “Tanam Pohon dan Stop Sampah Plastik Untuk Kesehatan Bumi Kita” untuk Peringatan.

Sedangkan tujuan kegiatan hari bumi yang dilakukan tidak lain untuk;

  1. Mengkampanyekan pelestarian alam dan lingkungan di Tanah Kayong.
  2. Mengajak masyarakat untuk menanam pohon dan mengurangi terjadinya sampah plastik.
  3. Ajang silaturahim antara Pemerintah, Penggiat Konservasi dan Masyarakat Kayong Utara.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan dalam peringatan Hari Bumi 2017  antara lain:

  1. Jalan Sehat dari Bundaran Tugu durian ke Tugu Sail Selat Karimata Pantai Pulau Datok dan Door prize,
  2. Penanaman pohon secara simbolis di Pantai Pulau Datok,
  3. Bersih Pantai Pulau Datok,
  4. Live event Radio Kayong Utara.

Waktu dan Lokasi Kegiatan :  Hari / tanggal   : 23 April 2017, pukul 06:30 WIB-Selesai Lokasi : Bundaran Tugu Durian -Tugu Sail Selat Karimata Pantai Pulau Datok.

Seluruh peserta kegiatan ini berkumpul di Bundaran Tugu Durian, kemudian berjalan bersama menuju Tugu Sail Selat Karimata di Pantai Pulau Datok. Setibanya di Pantai Pulau Datok dilakukan penanaman pohon secara simbolis oleh perwakilan peserta, kemudian bersih pantai, kegiatan diakhiri dengan door prize. Semua kegiatan pendukung dilakukan di sekitar Tugu Sail Selat Karimata.

Peserta Kegiatan direncanakan diikuti oleh para pihak antara lain; Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara (Disbudparpora, KLH, Dinas Pendidikan, Dinas PMD, BAPPEDA KKU, Dekranasda, Dinas Perkebunan Pertanian dan Pangan, Dinas PU, Dinas Perikanan), Kepolisian Resor KKU, Koramil KKU, SPTN I Sukadana BTNGP, Resor Sukadana dan Karimata BKSDA KSW I Ketapang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah KKU, HS68 dan Tirkana, Penggiat Lingkungan (Yayasan ASRI, Simpang Mandiri Production, SISPALA SMKN 1 Sukadana, SISPALA SMKN 2 Sukadana, SISPALA SMKN 3 Simpang Hilir) serta Masyarakat Sukadana dan sekitarnya.

Kegiatan Hari Bumi 2017 ini diselenggarakan oleh Yayasan Palung dengan melibatkan Relawan Konservasi REBONK sebagai panitia pelaksana kegiatan, dan bekerjasama dengan para pihak.

Sedangkan Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK.Tajam) Yayasan Palung akan mengadakan serangkaian kegiatan di Pantai Sungai Kinjil dengan beragam kegiatan seperti; Bermain boneka orangutan/Puppet show, Operasi semut di sekitar pantai  dan pembagian tong sampah dari barang bekas. Adapun kegiatan rencananya akan dilaksanakan pada 24 April 2017.

Tidak bisa disangkal, bumi menjadi rumah bagi semua makhluk hidup yang keadaannya sedapat mungkin untuk terus dijaga dan dirawat. Peringatan Hari Bumi yang rutin dirayakan setiap bulan April oleh penduduk dunia, sebagai salah satu cara untuk mengingatkan kepada khalayak tentang kondisi bumi dan seperti “alert/peringatan” untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan bumi.

Kesehatan bumi sudah semakin terganggu, tidak sedikit contoh bencana yang terjadi seperti banjir, angin puting beliung, badai, longsor, gempa bumi dan beragam kejadian lainnya. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian khusus kita semua secara bersama pula.

Ada banyak cara yang kita dapat lakukan, tindakan nyata menjadi pilihan yang harus dilakukan demi menjaga kesehatan bumi dan keselamatan kita sebagai makhluk hidup yang mendiaminya (bumi/sebagai rumah) yang aman dan nyaman. Dengan harapan bentang alam yang sangat kaya ini daya dukungnya selalu layak untuk menopang kehidupan masyarakat di Tanah Kayong.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

 

 

 

 

 

 

Belajar Tentang Gambut Bersama Masyarakat dan Bertani Agroforestri yang Berkelanjutan

Peserta pelatihan mengunjungi kebun karet warga masyarakat di Desa Padu Banjar. Foto dok. Yayasan Palung.JPG

Peserta pelatihan mengunjungi kebun karet warga masyarakat di Desa Padu Banjar. Foto dok. Yayasan Palung

Tidak bisa disangkal sebagian besar lahan pertanian, kebun masyarakat di wilayah Simpang Hilir KKU adalah lahan gambut. Seperti tahun lalu, wilyah ini juga menjadi wilayah terdampak dari Karhutla, hal tersebut benar adanya ketika kami (Yayasan Palung) selama sepekan (6-12 April 2017) menyambangi dan mengadakan serangkaian kegiatan pelatihan berbasis mitigasi lahan di lima desa hutan desa, Kec. Simpang hilir, KKU.

Seperti terlihat, rata-rata di wilayah Simpang Hilir adalah gambut dalam yang  tidak lain menyimpan banyak kandungan air dan di kawasan lahan gambut menyimpan karbon. Di Simpang Hilir Kedalaman gambut  rata-rata 3 hingga 4 meter.

Adapun rangkaian kegiatan dalam pelatihan mitigasi berbasis lahan yang dilakukan dalam bingkai Training Of Trainer (TOT) / Pelatihan untuk Pelatih tersebut antara lain; Pelatihan Rehabilitasi Lahan Gambut dan Silvikultur Tumbuhan HHBK, Pelatihan Agroforestry Berbasis Kelapa, Pelatihan Agroforestry Berbasis Karet.

Peserta dari 5 desa yang ikut pelatihan saat berfoto bersama setelah kegiatan selesai. Foto dok. Yayasan Palung

Peserta dari 5 desa yang ikut pelatihan saat berfoto bersama setelah kegiatan selesai. Foto dok. Yayasan Palung

Dalam rangkaian kegiatan TOT tersebut dihadirkan pemateri Jusupta Tarigan dari NTFP-EP Indonesia, menjadi narasumber sekaligus menjadi pelatih dalam kegiatan pelatihan. Bang JT sapaan akrabnya menyampaikan terkait bagaimana memulihkan lahan gambut dari sisa-sisa kebakaran tahun lalu. Adanya kegiatan inipun sebagai bagian bersama masyarakat untuk rencana tindak lanjut (RTL) perbaikan lahan gambut yang terbakar dengan menyulamnya dengan  aneka tanaman yang cocok di lahan gambut…

Baca selengkapnya di :Belajar Tentang Gambut Bersama Masyarakat dan Bertani Agroforestri yang Berkelanjutan

 

(Puisi) Yayasan Palung

Yohanes Terang. Foto dok. Pit.jpg

Foto Yohanes Terang. dok. Pit

Puisi tentang Yayasan Palung

Yayasan Palung, engkau tercipta disaat semua sendi kehidupan telah mengalami degradasi hampir diambang batas

Yayasan Palung tugasmu, sangat mulia, gagasanmu sangat tepat mencari solusi laksana sampai semua tuntas

Program yang tepat sarana sempurna menuju harapan agar tetap tersedia kapanpun tidak akan hilang dan tak pernah habis

Hasil yang baik harta berharg sebagai titipan bagi dan anak cucu mereka terus menerus

Eksploitasi, kebakaran hutan, sarana terciptanya pada alam hingga tidak nyaman untuk didiami tak enak untuk dihuni membuat hidup ini was-was dan cemas

Konservasi, hutan desa sebuah cara berguna pencegah duka nestapa yang terjadi pada bumi dimana kita bernafas

Kayong Utara tempat kita bersama menyatukan pakat; YP, pemerintah, masyarakat, Berpikir Bersama untuk berusaha bersama (BBUBB) menuju Kayong Utara sejahtera berjalan sampai ujung batas.

Sukadana, KKU 3 April 2017

Pesan disampaikan saat acara Kick Off Program Berbasis Lahan

Penyampaian pesan

Yohanes Terang

Inilah Nama-nama Penerima Beasiswa Orangutan Kalimantan Tahun 2017

IMG_3040.JPG

Salah satu peserta seleksi beasiswa BOCS  saat menyampaikan presentasi esai dihadapan para juri seleksi. Foto dok. Yayasan Palung

Setelah melalui rangkaian seleksi beasiswa Bornean Orangutan Caring Scholarship (BOCS) tahap pertama tanggal 18 maret 2017, terseleksi 33 orang dari 18 sekolah.

Sedangkang seleksi tahap II atau tahap akhir terpilih 6 orang yang berhak menerima beasiswa dan berhak mendapat biaya kuliah gratis di Perguruan Tinggi Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak.

Adapun nama-nama 6 orang penerima beasiswa BOCS  tahun 2017 adalah sebagai berikut :

Nama Calon Asal Sekolah
Ratiah SMA Negeri 3 Simpang Hilir
Hanna Adelia Runtu SMA Negeri 3 Ketapang
Ilham Pratama SMA Negeri 2 Ketapang
Mita Anggraini MAN Ketapang
Siti Nurbaiti SMA Negeri 1 Sungai Laur
Rafikah SMA Negeri 3 Simpang Hilir

Ucapan selamat kepada 6 penerima beasiswa BOCS angkatan ke -6, tahun 2017. Pengumuman ini berdasarkan berita acara Pada hari Kamis tanggal Tiga Puluh bulan Maret tahun Dua Ribu Tujuh Belas bertempat di Kantor Yayasan Palung telah dilakukan seleksi tahap akhir Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan (Bornean Orangutan Caring Scholarship) 2017 yaitu berupa penilaian terhadap presentasi dan wawancara.

Demikian pengumuman sekaligus pemberitahuan resmi disampaikan, atas perhatian diucapan terima kasih.