Monthly Archives: April 2016

Banyak Cara Dilakukan Untuk Merawat Bumi Di Hari Bumi, Salah Satunya Aksi Menanam Pohon

DSC00607.JPG

Menanam pohon untuk Merawat bumi di hari bumi. Foto dok. Yayasan Palung

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bumi (merawat) bumi di hari bumi. Tepatnya satu hari setelah hari bumi, Sabtu (23/4/2016) kemarin, Yayasan Palung bersama Sispala LAND, Pramuka (SMK1) Sukadana  melakukan penanaman pohon di Sekitar Pantai Pasir Mayang, Desa Pampang Harapan, Kayong Utara.

Setidaknya, ada 100 pohon yang ditanam. Adapun bibit pohon yang ditanam antara lain adalah jenis durian 20 pohon, cempedak 10 pohon, ubah 35 pohon dan nyatoh 35 pohon.

Adapun Tujuan dari penanaman pohon ini seperti diungkapkan oleh peserta penanamam dari Yayasan palung dan SMKN 1 Sukadana yaitu untuk penghijauan disekitar pantai pasir mayang dengan harapan bisa bermanfaat untuk makhluk dibumi seperti manusia dan hewan dan juga bisa penahan abrasi pantai dikemudian hari nanti, ujar Asbandi.

DSC00595.JPG

DSC00585.JPG

Ini cara kami untuk merawat bumi. Foto dok. Yayasan Palung

Sekitar 41 orang peserta ikut terlibat dalam penanaman pohon tersebut. Mereka adalah siswa-siswi SMKN 1 Sukadana, yang terdiri 30 orang dari Sispala LAND, dari Pramuka 10 orang dan dari Yayasan Palung ikut hadir adalah Asbandi. Penanaman bibit pohon tersebut dilaksanakan sekitar pukul 15.30 Wib hingga menjelang senja menyapa (petang).

20160423_164014

Peserta penanaman pohon saat berfoto bersama. Foto dok. Yayasan Palung  

Pada saat penanaman, terlihat antusias dan semangat dari Sispala dan anggota pramuka dengan suasana yang tertib dan dipenuhi canda tawa walaupun ditengah terik matahari. Kegiatan tersebut terlaksana dengan lancar dan baik.

Penulis : Abdul Samad- Yayasan Palung

Editor : Pit

Setidaknya Ini yang Dapat Kami Lakukan untuk Memperingati Hari Bumi 2016

Foto-foto rangkaian kegiatan dalam memperingati hari bumi, 22 April 2016 dan Ekspedisi Pendidikan Lingkungan. Foto Dok. Yayasan Palung.

Walau telah berlalu beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 22 April 2016 lalu, tetapi setidaknya ini yang dapat kami lakukan untuk memperingati hari bumi dengan berbagai kegiatan.

Dimulai dari kegiatan menyongsong hari bumi pada tanggal senin 18 april 2016, Yayasan Palung dan  relawan  Konservasi Tajam  bersama beberapa Sispala seperti Sispala Care, dari SMAN 2 Ketapang,  Sispala Repatones, SMA PL. St. Yohanes Ketapang melakukan kampanye untuk bumi melalui Radio Kabupaten Ketapang. Dalam kampanye tersebut, mereka berbicara banyak tentang pesan dan aksi-aksi mereka untuk bumi. Salah satunya, baik relawan maupun sispala telah banyak melakukan aksi seperti menanam pohon dan menyuarakan pesan-pesan lingkungan untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang keadaan bumi yang perlu perhatian dari semua pihak.

Selanjutnya, tim Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung mengadakan ekspedisi di Kecamatan Kendawangan. Ekspedisi tersebut dilakukan selama 5 hari. Rangkaian kegiatan seperti berkunjung ke sekolah-sekolah di tingkat Sekolah Dasar untuk melakukan puppet show (panggung boneka) dan SMA dan SMK untuk melakukan lecture (ceramah lingkungan). Dalam penyampaian cerita melalui puppet show, kami bercerita tentang hutan dan satwa melalui media boneka. Sedangkan lecture, kami mengadakannya lecture di SMKN 1  dan SMN 1 Kendawangan. Pada lecture, Yayasan Palung menyampaikan informasi tentang manfaat hutan dan orangutan bagi manusia. Selain itu juga menyampaikan tentang informasi perilaku orangutan yang hidup di habitatnya (hutan), misalnya membuat sarang  selalu berpindah-pindah setiap harinya dan tingkat kecerdasan orangutan saat menggunakan pelindung kepala dengan ranting-ranting dan daun pohon ketika hujan.

IMG_1581

Pemutaran Film lingkungan oleh para relawan untuk kampanye penyadartahuan, dalam rangka memperingati hari bumi 2016.

Selain itu juga, kami mengadakan diskusi masyarakat untuk menggali informasi terkait isu-isu kekinian lingkungan seperti hutan dan satwa di Desa mereka. tidak hanya itu, kesempatan lainnya kami gunakan untuk mensosialisasikan tentang perlunya perlindungan terhadap satwa-satwa dilindungi seperti orangutan, kelempiau, kelasi, enggang dan trenggiling. Selain juga perlunya melindungi hewan-hewan laut seperti penyu dan keberadaan beberapa jenis ikan serta terumbu karang juga hutan bakau.

IMG_2580

Diskusi Dengan Masyarakat dalam bingkai kegiatan Ekspedisi Pendidikan Lingkungan tentang manfaat hutan dan perlunya perlindungan satwa. Foto dok. YP.  

Pada puncak peringatan hari bumi, saat melakukan ekspedisi pendidikan lingkungan, kami juga mengadakan workshop untuk pembuatan pesan-pesan kampanye lebih khusus memperingati hari bumi. Terlihat sangat antusias dari peserta workshop di SMAN 1, Kendawangan. Pada workshop tersebut, peserta yang ikut terdiri 25 orang yang terdiri dari siswa-siswi dan ikut hadir pula dewan guru mereka. Mereka juga membuat hastag(#) seperti  #‎DariKamiUntukBumi ‪#‎HariBumi2016 ‪#‎YayasanPalung‪#‎SMANSAKendawangan.

13072706_10208481098721181_4273299638042574564_o

Foto bersama Siswa-Siswi yang ikut dalam worksop pembuatan pesan tentang bumi. Foto dok. YP.

Di tempat terpisah, di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara para relawan yang terdiri dari Relawan Tajam dan RebonK, Yayasan Palung memperingati puncak acara yang dilakukan oleh para relawan untuk memperingati hari bumi 2016, dengan mengambil tema “Jika Tidak Mampu Memperbaiki, Jangan Merusak Bumi”.

Relawan Konservasi Tajam (RK.TAJAM) Yayasan Palung menyiapkan Taman Bacaan yang diperuntukkan bagi anak-anak usia dini dan Puppet show (panggung boneka), bertutur tentang lingkungan dan satwa. Selain itu juga melakukan pemutaran film lingkungan, seperti pemutaran film lingkungan tentang Indonesia Diambang Kepunahan. Ikut hadir juga beberapa Sispala Gersisma (MAN Ketapang), Sispala Genta, (SMK 1 Ketapang), Sispala Repatones (SMA PL. St. Yohanes Ketapang), Sispala CARE (SMAN 2 Ketapang) dan Sispala Tapala (SMKN 2 Ketapang) serta beberapa sukrelawan/relawan dari luar yang sangat antusias membantu.

IMG_1453

Puppet show dan taman baca oleh Relawan Konservasi Tajam dan beberapa Sispala yang ada di Ketapang. Foto dok. YP.

Di  Relawan RebonK, Yayasan Palung melakukan aksi dengan berorasi terkait pesan-pesan mereka untuk bumi di Tugu Durian, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Selanjutnya para relawan bersama Sispala Land, SMKN 1 Sukadana, Sispala Granasanda, SMAN 2 Sukadana. Mereka yang berjumlah 50 orang tersebut mengadakan penanaman pohon bakau dan pohon penage sebanyak 83 bibit di lokasi Pantai Pasir Mayang.

IMG-20160426-WA0008

Penanaman Pohon oleh Relawan RebonK bersama beberapa Sispala yang berada di Kab. Kayong Utara (KKU). Foto dok. YP.

Semua rangkaian kegiatan hari bumi yang diperingati tersebut sebagai pengingat tentang keadaan bumi saat ini yang telah rusak perlu kepedulian, perhatian dan peran serta semua pihak untuk menjaga serta berperilaku bijaksana terhadap bumi. Demikian juga halnya dengan rangkaian kegiatan ekspedisi pendidikan lingkungan yang dilaksanakan berjalan dengan sukses berkat dukungan kerjasama, dukungan dan dibiayai oleh Riverbanks Zoo yang memiliki perhatian kepada pendidikan lingkungan, hutan dan satwa dilindungi.

Berita terkait dapat dilihat di link : http://pontianak.tribunnews.com/2016/04/26/peringati-hari-bumi-relawan-tajam-dan-rebonk-tanam-83-bibit-pohon-di-pantai-pasir-mayang

By : Pit- Yayasan Palung

 

 

 

 

Relawan Ajak Anak Usia Dini Mengenal Satwa, Tumbuh-tumbuhan Melalui Taman Baca dan Panggung Boneka

relawan-ajak-anak-usia-dini_20160412_105736

Puluhan orang dari Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK. TAJAM), Yayasan Palung dan perwakilan dari Dinas Kehutanan Kabupaten Ketapang terlihat sangat bersemangat sore itu.

Semangat mereka tidak lain untuk mengajak mengenal satwa dan tumbuh-tumbuhan melalui taman baca dan panggung boneka (puppet show) bertempat di Taman Keraton, Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Sabtu (9/4/2016).

12967374_10204098136333302_3412322994996888769_o

Sekitar 60 hingga 100 anak-anak usia dini silih berganti datang untuk melihat, belajar tentang satwa dan tumbuh-tumbuhan melalui taman baca. Di taman baca tersebut, para relawan menyiapkan berbagai buku cerita anak-anak seperti komik, cerpen dan beberapa buku tentang cerita satwa dan tumbuh-tumbuhan.

12973190_10204098135493281_186665098778658659_o

Ada juga buku-buku tentang cerita tentang pertualangan di hutan dan gambar-gambar satwa. Setidaknya, relawan menyiapkan 150 judul buku yang siap dibaca oleh anak-anak.

12976843_10204098135613284_5082463525551674830_o

Anak-anak yang berumur tiga hingga sembilan tahun terlihat sangat antusias dan senang. Mereka melihat, membuka lembaran demi lembaran buku yang telah disediakan di Taman dan membacanya. Anak-anak tersebut datang bersama ibu mereka, ada juga yang bersama neneknya.

Selain membaca, anak-anak usia dini tersebut juga diajak mengenal satwa melalui panggung boneka. Empat orang relawan betugas untuk bertutur menceritakan tentang satwa-sawa endemik dan dilindungi seperti kelempiau, enggang dan bekantan.

Adapun cerita yang mereka (relawan-red) tuturkan antara lain tempat tinggal satwa-satwa tersebut di hutan yang keadaannya semakin berkurang dan terancam punah. Dalam cerita tersebut pula, anak-anak diajak untuk peduli, mencintai lingkungan dan satwa di habitat hidupnya.

Sebagai pembina Relawan Tajam, Ranti Naruri dari Yayasan Palung mengatakan; kegiatan ini bertujuan untuk mengajak sekaligus juga memberikan pendidikan bagi anak usia dini. Lebih lanjut menurut Ranti, sapaan sehari-harinya menegaskan, pendidikan usia dini itu sangat penting, apalagi lingkungan saat ini.

Menumbuhkan kesadaran (sebagai media penyadartahuan), mengenalkan kepada mereka satwa dilindungi begitu penting karena mereka juga sebagai generasi penerus.

Dengan diadakan kegiatan seperti ini, besar harapan ada tumbuh kecintaan dari anak-anak untuk mencintai lingkungan di sekitar mereka, dengan demikian pula semoga anak-anak bisa mencintai, peduli dengan alam dan satwa di habitatnya.

IMG_1242 (1)

Selain dari Relawan Tajam dan dari perwakilan Dishut Ketapang, Yayasan Palung hadir pula asisten peneliti orangutan dari stasiun peneliti Cabang Panti, Gunung Palung (TNGP), Agus Trianto.

Kegiatan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya pada hari pekan peduli orangutan tahun 2015 lalu. Selanjutnya akan diadakan pada 23 April 2016 yang akan datang di Taman KotaKetapang.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 tersebut berakhir pada pukul 17.00 Wib tersebut berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari pengunjung.

Tulisan ini pernah dimuat di Tribun Pontianak (tribunnews.com), ini  link tulisannya : http://pontianak.tribunnews.com/2016/04/12/relawan-ajak-anak-usia-dini-mengenal-satwa-tumbuh-tumbuhan-melalui-taman-baca-dan-panggung-boneka

by : Petrus Kanisius ‘Pit’-Yayasan Palung

Asyik, Belajar GIS Langsung dari Ahlinya

 

IMG-20160412-WA0000

Saat Belajar geographic information systems (GIS)di kantor Yayasan Palung.

Asyik, mungkin kata itu yang cocok untuk dipaparkan karena kami berkesempatan langka untuk belajar geographic information systems (GIS), bertempat di kantor Yayasan Palung selama empat hari, tepatnya dari 5 hingga 8 April 2016, kemarin.

Dalam kesempatan belajar GIS tersebut, kami mendapat kesempatan diajarkan oleh Amanda Marie West, Phd. Amanda merupakan salah seorang ahli GIS dan juga sebagai seorang yang ahli ekologi dari Colorado State University, Amerika Serikat.

Hari pertama (5 April 2016), kami diajarkan tentang materi dasar-dasar GIS, selanjutnya belajar menggunakan aplikasi QGIS untuk membuat peta. Kami juga diajari tentang bagaimana memasukan data peta Indonesia, peta Kalimantan, peta Kabupaten (Ketapang dan KKU) untuk pembuatan peta jalur, peta jalan, sebaran populasi orangutan yang ada di Gunung Palung. Pada hari pertama belajar tersebut, kami diajari untuk mengenal sekilas tentang QGIS dan bagaimana menggunakan programnya (aplikasi QGIS).

12967977_10208372291361065_804290117320335818_o

Di hari kedua (6 April 2016), kami diajarkan tentang bagaimana membuat skala, legenda, temperatur dan menentukan fokus studi area penelitian. Selanjutnya diharuskan untuk mempraktekan dengan membuat skala pada peta, menentukan berapa skala dari peta yang tentukan, misalnya penentuan skala tergantung dari kemauan dari penentuan skala yang kita mau, seperti skala 1: 50 km, 1:100 km dan seterusnya.

Setelah ditentukan skala, selanjutnya peta disimpan dan siap dicetak setelah sebelumnya juga ditentukan legenda.

20160408_164514

Pada hari ketiga (7 April 2016), kami diajarkan untuk membuat peta dan memasukan data-data untuk mengetahui peta jalan. Pada pelajaran tersebut, kami diajarkan untuk mengetahui jumlah atau berapa banyak jalan yang ada di Indonesia.

Dalam penentuan peta jalan tersebut, tampak berapa banyak jalan yang ada di Seluruh Indonesia dan perbandingan di pulau mana saja yang paling banyak terdapat jalan.

Keempat (8 April 2016), kami diajarkan untuk membuat peta suhu atau iklim. Dalam penentuan peta suhu atau iklim kami diajarkan untuk membuat data peta suhu Indonesia.

Pada pembuatan peta suhu, terlebih dahulu kami memasukan data temperatur yang ada di Indonesia. Setelah memasukan data, di peta akan terlihat dan dapat diketahui berapa suhu (iklim) yang ada di Indonesia.

Bljr 5_peta suhuDari hari pertama hingga hari keempat, kami semua yang belajar diharuskan melakukan praktek untuk menyimpan dari hasil belajar GIS yang kami pelajari.

Sekilas tentang profil Amanda M. West, PhD, yang mengajarkan kami dengan secara sukarela dan penuh dengan ketelitian. Amanda merupakan seorang lululusan S3 jurusan Ekologi dari Colorado State University, Amerika Serikat. S1 nya keilmuan lingkungan di University North Carolina Asheville dan S2 di North Carolina State University di Keilmuan Agraria.

Saat ini Amanda bekerja di Laboratorium Natural Resource Ecology (ekologi sumber daya alam), sebelumnya juga Amanda pernah menjadi pengajar geographic information systems (GIS) dan mengajar di Etiopia (Afrika), mengajar di beberapa universitas di sana dan di Amerika Serikat membantu program dari NASA yang dikenal sebagai “DEVELOP”, program khusus di NASA khusus untuk mahasiswa di tiga universitas di AS.

Amanda bekerja bersama Dr. Paul Evangelista dari Colorado State University. Selain itu, Amanda merupakan salah seorang ahli penggunaan GIS untuk perubahan iklim dan spesies konservasi.

Kami merasa sangat beruntung mendapat kesempatan langka dan mendapatkan ilmu secara gratis tentang GIS tersebut. Tentunya juga, Pelatihan QGIS ini tentunyasangat bermanfaat bagi program-program Yayasan Palung Kedepan seperti survei dan untuk mengetahui survei populasi orangutan dan lain sebagainya.

Tulisan ini sebelumnya pernah dimuat di Tribun Pontianak (tribunnews.com) online, ini link tulisannya: http://pontianak.tribunnews.com/2016/04/12/asyik-belajar-gis-langsung-dari-ahlinya

By : Petrus Kanisius ‘Pit’-Yayasan Palung